NUNUKAN – Seekor tenggiling (Manis javanica) membuat pekerja Momoyo di Jalan TVRI, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terkejut. Pasalnya, satwa dilindungi tersebut ditemukan bersembunyi di dalam bodi depan sepeda motor milik salah seorang pekerja, Selasa (27/10/2026).
Keberadaan tenggiling itu pertama kali diketahui setelah sepeda motor digunakan untuk mengantar barang. Saat hendak berbelok, pengendara merasakan stang motor terasa berat dan sulit digerakkan.
Komandan Regu (Danru) Rescue Damkar Nunukan, Frengky Toding, mengatakan laporan kejadian tersebut diterima dari seorang warga bernama Fika (26), sekitar pukul 08.25 Wita.
“Karena merasa aneh, ia kemudian mengecek bagian dalam bodi motor menggunakan senter. Ternyata terlihat ada seekor tenggiling di dalamnya. Setelah itu, ia menghubungi rescue damkar untuk meminta bantuan,” ungkap Frengky.
Menerima laporan tersebut, petugas rescue Damkar Nunukan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Petugas secara perlahan membuka bagian bodi depan sepeda motor hingga akhirnya berhasil mengeluarkan tenggiling dalam kondisi selamat.
Frengky menduga satwa tersebut masuk ke dalam bodi motor pada malam hari ketika kendaraan sedang terparkir. Dugaan itu diperkuat dengan kebiasaan tenggiling sebagai hewan nokturnal atau aktif pada malam hari.
“Diduga tenggiling masuk ke dalam bodi motor pada malam hari saat motor diparkir,” jelasnya.
Ia menambahkan, tenggiling memiliki perilaku unik ketika merasa terancam. Satwa tersebut akan menggulung tubuhnya hingga menyerupai bola sebagai bentuk perlindungan diri.
Frengky juga mengingatkan bahwa tenggiling merupakan satwa yang terancam punah dan termasuk hewan dilindungi berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Rencananya, tenggiling tersebut akan diserahkan kepada petugas BKSDA yang dijadwalkan datang ke Nunukan pada Kamis (29/10/2026).
“Untuk sementara tenggiling kami rawat dan amankan terlebih dahulu. Rencananya akan diserahkan kepada pihak BKSDA,” pungkas Frengky.
Evakuasi ini menjadi salah satu bentuk respons cepat petugas Damkar Nunukan, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga penyelamatan satwa liar yang membutuhkan pertolongan.

Selanjutnya Tenggiling tersebut diserahkan kepada pihak BKSDA, karena termasuk hewan yang dilindungi hewan tersebut tentunya ditangani pihak konservasi yang berwenang.








Discussion about this post