TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., mengeluarkan penegasan tegas kepada seluruh personel Polda Kaltara untuk tidak lagi menggunakan rokok elektrik atau vape.
Instruksi tersebut disampaikan langsung Kapolda saat memimpin apel pagi di Lapangan Apel Mapolda Kaltara, Senin (2/11/2026). Kegiatan itu diikuti para Pejabat Utama (PJU) bersama seluruh personel Polda Kaltara.
Kapolda menilai larangan tersebut penting sebagai langkah pencegahan dini terhadap perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin beragam. Salah satunya, narkoba mulai disalahgunakan dan diedarkan dengan memanfaatkan perangkat vape.
“Mulai sekarang saya tegaskan kepada seluruh personel Polda Kaltara agar tidak ada lagi yang menggunakan vape atau rokok elektrik. Apabila masih ditemukan personel yang menggunakan vape, akan saya tindak tegas,” kata Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik.
Menurut Kapolda, seluruh anggota Polri harus memahami perkembangan ancaman narkotika yang terus berubah. Aparat penegak hukum, kata dia, tidak boleh berada dalam situasi yang berpotensi membuka celah terhadap penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
“Kita harus memahami bahwa saat ini peredaran narkoba sudah mulai memanfaatkan vape sebagai salah satu media untuk mengedarkan narkotika. Jangan sampai ada anggota Polri yang justru terlibat ataupun memberikan celah terhadap penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Tak hanya soal vape, Kapolda dalam arahannya juga mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga kedisiplinan, integritas dan profesionalisme.
Pemberantasan narkoba, menurutnya, harus dimulai dari internal institusi. Karena itu, setiap personel dituntut menjaga perilaku dan menjadi contoh di tengah masyarakat.
Penegasan Kapolda tersebut menjadi komitmen Polda Kaltara untuk memperkuat pengawasan internal sekaligus memastikan seluruh anggotanya berada di garda terdepan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Kita harus menjadi teladan bagi masyarakat. Jangan sampai kita mengajak masyarakat menjauhi narkoba, sementara lingkungan kita sendiri masih memberikan celah,” pungkas Kapolda.








Discussion about this post