Selasa, Oktober 6, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Bulungan

Achmad Djufrie Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Penculikan Warga Kampung Arab

by Grande Media
16/05/2026
in Bulungan, Hukum & Kriminal, Kalimantan Utara
0
DPRD Kaltara Dukung Langkah Pemprov Kendalikan Inflasi Daerah

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, mengecam keras dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami Mahfud alias Ami Afud. (hms)

Share on FacebookShare on Twitter

TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, angkat bicara terkait dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami Mahfud Godal alias Ami Afud, warga Kampung Arab, Tanjung Selor.

Dikonfirmasi Sabtu (16/05/2026), Achmad Djufrie mengecam keras tindakan para pelaku yang disebut membawa korban secara paksa saat tengah tertidur di rumahnya.

“Warga Kampung Arab atas nama Mahfud diculik dengan cara yang tidak benar. Dilakukan tengah tidur malam lantas dibekap, kepalanya ditutup dengan karung, tangannya diborgol,” ujarnya.

Ia menyebut korban diduga mengalami penganiayaan oleh beberapa orang sebelum akhirnya dibuang di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Hulu.

“Jadi dipukul mungkin sekitar tiga sampai empat orang yang melakukan itu. Dipukul lantas dibuang di Kecamatan Tanjung Palas Hulu dengan kondisi yang sudah babak belur,” katanya.

Menurut Achmad Djufrie, hingga saat ini pihak keluarga maupun masyarakat belum mengetahui motif di balik aksi tersebut. Namun ia menegaskan tindakan itu merupakan pelanggaran hukum serius dan tidak dapat ditoleransi.

“Kami sampai saat ini belum mengetahui apa motif dan sebab dilakukan kejahatan itu. Tapi ini adalah satu perbuatan yang luar biasa, yang melanggar peraturan hukum dan pelakunya perlu ditindak seadil-adilnya,” tegasnya.

Ia juga mengaku prihatin lantaran korban disebut berasal dari kalangan masyarakat kecil yang tidak memiliki persoalan hukum.

“Kasihan masyarakat kita ini dalam keadaan ekonomi yang begini, susah, masih ada pelaku yang tega melakukan kejahatan dengan cara-cara yang tidak benar,” ucapnya.

Achmad Djufrie menilai pola kekerasan yang dialami korban menyerupai metode intimidasi lama yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ini adalah pola-pola lama yang biasa digunakan untuk membekap aktivis ataupun teroris. Tapi ini masyarakat biasa yang tidak melakukan kesalahan,” katanya.

Ia pun mendesak aparat keamanan segera melakukan investigasi menyeluruh dan menangkap para pelaku agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Jadi kita minta aparat keamanan untuk melakukan investigasi dan melakukan pencarian atas pelaku ini. Karena nanti akan terulang apabila ini tidak ditanggapi dengan maksimal,” pungkasnya.(*)

Tags: achmad djufrieAmi AputDiduga penculikankaltarakaltara grandeKampung ArabkriminalMahputotkpenganiayaantanjung selor
Previous Post

Mahfud Ungkap Detik-Detik Dugaan Penculikan: “Kepala Ditutup, Saya Dipukul dan Diseret ke Hutan”

Next Post

Kapolda Kaltara Panen Jagung Bersama Petani di Tarakan, Bukti Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Berita Lainnya

Curiga Muatan Karung, Pamtas Tanjung Aru Bongkar 72 Koli Ballpress dari Tawau
Daerah

Curiga Muatan Karung, Pamtas Tanjung Aru Bongkar 72 Koli Ballpress dari Tawau

06/10/2026
Gempa M5,0 Guncang Sabah, Getarannya Terasa di Sebatik Nunukan
Daerah

Gempa M5,0 Guncang Sabah, Getarannya Terasa di Sebatik Nunukan

06/10/2026
Lewat Jalur Perbatasan, 142 Botol Miras dan 1.200 Kosmetik dari Malaysia Digagalkan Pamtas
Daerah

Lewat Jalur Perbatasan, 142 Botol Miras dan 1.200 Kosmetik dari Malaysia Digagalkan Pamtas

06/10/2026
Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Perbatasan Malinau dan Krayan Jadi Agenda Utama
Kalimantan Utara

Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Perbatasan Malinau dan Krayan Jadi Agenda Utama

06/10/2026
Bawa Nama Kaltara ke Level Nasional, Desa Apung dan Kelurahan Nunukan Selatan Lolos Tahap Akhir
Kalimantan Utara

Bawa Nama Kaltara ke Level Nasional, Desa Apung dan Kelurahan Nunukan Selatan Lolos Tahap Akhir

06/10/2026
Dari 8 Jadi 733 Barel, Intervensi Sumur BN-38 Dongkrak Produksi Migas Bunyu
Kalimantan Utara

Dari 8 Jadi 733 Barel, Intervensi Sumur BN-38 Dongkrak Produksi Migas Bunyu

06/10/2026
Next Post
Kapolda Kaltara Panen Jagung Bersama Petani di Tarakan, Bukti Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Kapolda Kaltara Panen Jagung Bersama Petani di Tarakan, Bukti Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Serap Aspirasi Warga, Rahmawati Zainal Bantu Bibit Lele untuk Masyarakat Desa Apung

Serap Aspirasi Warga, Rahmawati Zainal Bantu Bibit Lele untuk Masyarakat Desa Apung

Mahasiswa Kaltara di Makassar Sampaikan Aspirasi ke Gubernur, Rumah Singgah Jadi Sorotan

Mahasiswa Kaltara di Makassar Sampaikan Aspirasi ke Gubernur, Rumah Singgah Jadi Sorotan

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.