TANJUNG SELOR – Mahfud Godal alias Ami Afud, warga Kampung Arab, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mengungkap pengalaman mencekam yang dialaminya saat diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK).
Pengakuan korban tersebut beredar luas melalui video di media sosial dan mengundang perhatian masyarakat. Dalam keterangannya, Mahfud mengaku disergap saat sedang tertidur di rumah pada Kamis dini hari (14/05/2026).
“Malam itu saya tidur di rumah, tiba-tiba saya ditelentangkan, diborgol, kepala langsung ditutup lalu dimasukkan ke dalam mobil,” kata Mahfud.
Korban mengaku tidak mengetahui siapa para pelaku karena kepalanya langsung ditutup. Selama berada di dalam mobil, dirinya mengaku terus mengalami pemukulan.
“Kepala saya ditutup, dimasuk ke dalam mobil, saya dipukul di dalam mobil itu,” ujarnya.
Mahfud kemudian dibawa menuju kawasan Tanjung Palas. Di lokasi yang disebut berada di kawasan hutan itu, dirinya mengaku diperlakukan kasar dan mengalami kekerasan fisik.
“Langsung saya dibawa ke Tanjung Palas, dibawa ke dalam hutan-hutan itu, seret saya masuk ke dalam hutan-hutan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, korban menyebut dirinya dipukul dan diinjak-injak sebelum akhirnya dilepaskan pada malam yang sama.
“Langsung saya dipukul di situ, dipukul, ditingjak. Abis dipukul, ditingjak, pas malam itu saya langsung dilepaskan,” lanjutnya.
Mahfud mengaku hingga kini tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran tindakan tersebut. Ia juga merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun sebelumnya.
Peristiwa dugaan penculikan dan penganiayaan itu kini telah dilaporkan oleh kerabatnya ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(*)








Discussion about this post