SAMARINDA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie, menegaskan bahwa setiap regulasi yang disusun harus menjadi sandaran bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, bukan justru menambah beban baru.
Pernyataan itu ia sampaikan saat memimpin kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kaltara ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (27/04), dalam rangka memperdalam penyusunan Ranperda tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.
“Kadang niat kita baik membuat aturan, tapi kalau tidak tepat justru bisa memberatkan. Ini yang ingin kita hindari. Perda harus jadi sandaran, bukan beban,” ujarnya.
Achmad Djufrie menilai, pelaku UMKM di Kaltara saat ini membutuhkan kepastian dan rasa aman dalam menjalankan usaha. Tanpa perlindungan yang jelas, mereka harus menghadapi berbagai risiko sendiri, mulai dari persaingan hingga keterbatasan akses.
“Yang kita pikirkan itu sederhana, bagaimana mereka bisa usaha dengan tenang. Ada kepastian, ada perlindungan, dan ada dukungan nyata,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan regulasi yang tidak hanya bagus di konsep, tetapi juga mudah diterapkan di lapangan. Menurutnya, banyak aturan gagal memberi dampak karena tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Makanya kita datang belajar. Kita ingin memastikan aturan yang kita buat nanti benar-benar bisa dijalankan, bukan hanya bagus di atas kertas,” tegasnya.
Selain itu, Achmad Djufrie kembali menyinggung potensi Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai belum optimal di Kaltara. Ia berharap, ke depan ada regulasi yang mampu mengarahkan kontribusi perusahaan agar lebih terukur dan tepat sasaran.
“Kalau diatur dengan baik, CSR ini bisa jadi kekuatan besar untuk membantu pembangunan daerah dan masyarakat,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, ia berharap DPRD Kaltara bisa melahirkan kebijakan yang lebih matang dan berpihak.
“Kita ingin setiap kebijakan yang lahir benar-benar punya arti bagi masyarakat. Itu yang menjadi pegangan kami,” tutup Achmad Djufrie.(*hms)











Discussion about this post