Sabtu, Oktober 10, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Nasional

Ahmad Mahendra: Tari Bukan Sekadar Praktik Seremonial

by Grande Media
03/05/2025
in Nasional
0
Ahmad Mahendra: Tari Bukan Sekadar Praktik Seremonial
Share on FacebookShare on Twitter
HUMASISISOLO, — 24 Jam Menari ini adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan khasanah tari kita kepada khalayak yang lebih luas. Masyarakat kita perlu menyadari bahwa seni tari bukan hanya sekadar praktik seremonial namun juga bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa, wadah untuk memperkaya ekspresi budaya, sarana produksi pengetahuan, dan nilai-nilai kemanusiaan, bahkan juga alat diplomasi bagi budaya Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P pada sambutan pembukaan Perayaan Hari Tari Dunia, 24 Jam Menari ISI Solo Tahun 2025 yang mengambil tema “The Land of Thousands Kingdom.” Pidato yang dibacakan oleh Judi Wahjudin, S.S., M.Hum., Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan itu juga mengingatkan betapa masyarakat juga harus terus diberikan pemahaman dan pencerahan, dalam setiap gerak tari selalu membawa pesan-pesan edukasi.
Ahmad Mahendra memberikan apresiasi yang luar biasa untuk Perayaan Hari Tari Dunia, 24 Jam Menari ke-19 di ISI Solo. Juruan Tari dan segenap keluarga besar ISI Solo selalu berhasil mengemas gelaran 24 Jam Menari dalam perspektif artistik dan estetik yang luar biasa.
“Kolaborasi, sinergi kreatif, dalam memadupadankan berbagai elemen dari puluhan kelompok tari dari seluruh penjuru nusantara dan sejumlah negara menunjukkan betapa pertunjukan ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Mahendra.
Keterlibatan para pelaku UMKM pendukung pertunjukan juga menjelaskan betapa seni pertunjukan atau tari dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup kuat. Event tahunan 24 Jam Menari dalam rangkaian Hari Tari Dunia tahun 2025 ini patut dilanjutkan dan didukung di masa yang akan datang.
Rektor ISI Solo, Dr I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum. menyatakan bahwa dunia tari adalah budaya yang berakar dari kerajaan-kerajaan. Kerajaan-kerajaan adalah patronasi budaya yang pada masa kekinian berkembang hingga menjadi kerajaan yang ada dalam diri kita. Ribuan kerajaan berkumpul bersama, bergerak bersama, merayakan bersama Hari Tari Dunia dalam 24 Jam Menari ISI Surakarta.
Dengan merayakan Hari Tari Dunia, kita tidak hanya menghargai warisan budaya dan kesenian yang ada, tetapi juga meneguhkan komitmen kita untuk melestarikan, mengembangkan, dan menjaga keberagaman seni tari sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.
Semoga keindahan dan semangat seni tari terus menyala  menginspirasi dan menyatukan kita semua.Tidak lupa Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan sponsor dari berbagai pihak sehingga gelaran 24 Jam Menari ke-19 ISI Solo tahun 2025 ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. [humas/ton/har]
Tags: 24 jam menariisi solokaltara grandeumkm solo
Previous Post

Pansus RPJMD Prov. Kaltara Tahun 2025-2029 Gelar Rapat Kerja dengan Pimpinan DPRD

Next Post

PLN Mendapatkan Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Bali

Berita Lainnya

Kemensos Salurkan Bantuan Rp150 Juta untuk 40 PPKS di Nunukan
Daerah

Kemensos Salurkan Bantuan Rp150 Juta untuk 40 PPKS di Nunukan

28/09/2026
Rekaman 2023 dari Kebun Warga Krayan Terungkap, Satwa yang Direkam Ternyata Kucing Merah
Kalimantan Utara

Rekaman 2023 dari Kebun Warga Krayan Terungkap, Satwa yang Direkam Ternyata Kucing Merah

26/09/2026
Dua Titik Kebakaran Jadi Alarm Dini, TNKM Waspadai Api Pembukaan Lahan
Daerah

Dua Titik Kebakaran Jadi Alarm Dini, TNKM Waspadai Api Pembukaan Lahan

10/09/2026
Dari Ruang Tamu ke Jakarta , Jejak Batik Busak Uwe Menembus Pasar Nasional
Bulungan

Dari Ruang Tamu ke Jakarta , Jejak Batik Busak Uwe Menembus Pasar Nasional

27/08/2026
Menteri Kehutanan Cicipi Elai di Stan TNKM, Kopiah Motif Lundayeh Jadi Simbol Kehangatan dari Perbatasan
Daerah

Menteri Kehutanan Cicipi Elai di Stan TNKM, Kopiah Motif Lundayeh Jadi Simbol Kehangatan dari Perbatasan

23/08/2026
Elai Khas Kalimantan Jadi Magnet Pengunjung Stan TNKM di Pameran HKAN 2026
Daerah

Elai Khas Kalimantan Jadi Magnet Pengunjung Stan TNKM di Pameran HKAN 2026

23/08/2026
Next Post
PLN Mendapatkan Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Bali

PLN Mendapatkan Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Bali

“Gubernur Konten”

“Gubernur Konten”

Peringatan Hardiknas, Lapas Tarakan Tingkatkan Kualitas Pembinaan Intelektual Warga Binaan

Peringatan Hardiknas, Lapas Tarakan Tingkatkan Kualitas Pembinaan Intelektual Warga Binaan

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.