MALINAU – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau hingga Kamis (19/3/2026) sore, menyusul hujan deras yang terjadi pada Rabu (18/3/2026) malam. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya debit air Sungai Malinau dan Sungai Mentarang akibat curah hujan di wilayah hulu.
Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana, Anwar, menyampaikan bahwa luapan air berdampak pada beberapa kecamatan, yakni Malinau Selatan Hilir, Mentarang, Malinau Barat, Malinau Kota, dan Malinau Utara. Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut juga terendam banjir.
“Debit air dari hulu meningkat cukup signifikan dan meluap ke wilayah permukiman,” ujarnya.
Di kawasan pusat pemerintahan, ketinggian air sempat mencapai sekitar satu meter. Namun, pada Kamis pagi, air mulai berangsur surut dengan penurunan sekitar 40 sentimeter.

Di tengah kondisi banjir, warga di Jalan Raja Pandita, Desa Pelita Kanaan, dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya di sekitar permukiman. Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan, mengingat kejadian tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di lokasi itu.
Warga menduga buaya dengan panjang sekitar dua meter itu merupakan hewan peliharaan yang lepas. Tanpa menunggu lama, warga kemudian bergotong royong melakukan upaya penangkapan.
“Warga sempat panik, namun kemudian bersama-sama menangkap dan mengamankan buaya tersebut,” kata Anwar.
Buaya berhasil ditangkap dan dievakuasi oleh warga setempat. Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi perhatian warga di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.
Anwar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak agar tidak bermain di area genangan air. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan, termasuk mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah.
“Keselamatan harus diutamakan. Jika air masuk rumah, segera matikan listrik dan hindari aktivitas di genangan,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta tetap menjaga barang-barang berharga dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat berdasarkan informasi BMKG, curah hujan di wilayah Malinau masih berpotensi tinggi.
Hingga Kamis sore (19/3/2026), banjir masih menggenangi sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau.(*)








Discussion about this post