NUNUKAN – Bazar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan hasil pertanian lokal.
Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur”, bazar yang digelar jajaran Kodim 0911/Nunukan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Pada stand Bazar TNI AD, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng merek Viola, beras Dua Hati, beras SPHP, telur, serta aneka sayuran segar seperti kangkung, bayam, daun singkong dan sayuran lainnya.
Kehadiran sayuran segar menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Masyarakat, selain harganya terjangkau, komoditas tersebut diupayakan berasal langsung dari kebun masyarakat sehingga hasil pertanian lokal dapat lebih mudah dipasarkan.

Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan keterlibatan petani dalam bazar merupakan bagian dari upaya TNI memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami berkoordinasi langsung dengan beberapa petani. Bahkan kami juga ikut menanam sendiri sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Sekarang kami gencarkan agar hasil pertanian bisa langsung dari petani dijual kepada masyarakat, sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (22/09/2026).
Menurut Tony, pihaknya berupaya mengambil hasil pertanian secara langsung dari kebun masyarakat, bukan melalui pasar atau pihak perantara.
“Kami tidak mengambil dari pasar, tetapi mencoba menarik langsung dari kebun-kebun petani dan masyarakat yang menanam sayur,” katanya.
Bagi masyarakat, keberadaan bazar menjadi kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang dinilai cukup membantu.
Ibu Ida, salah seorang pembeli, mengaku berbelanja sejumlah kebutuhan rumah tangga, mulai dari minyak goreng, tepung, garam hingga telur.
“Secara harga bolehlah, ada selisih sekitar Rp500. Alhamdulillah, tetap membantu. Semoga bazar seperti ini bisa terus digelar,” ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat dari Mama Laura, yang datang ke lokasi dengan tujuan mendapatkan sayuran segar.
Ia mengaku tertarik karena harga sayuran yang ditawarkan cukup murah, yakni sekitar Rp10 ribu untuk tiga ikat dengan ukuran ikatan yang menurutnya cukup besar.
“Saya datang memang mau membeli sayur-sayuran segar. Harganya murah, tiga ikat Rp10 ribu dan ikatannya besar-besar. Tadi saya mau beli, tetapi sudah kehabisan,” tuturnya.
Meski tidak sempat mendapatkan sayuran yang diinginkan, Mama Laura mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap bazar serupa lebih sering dilaksanakan.
“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Lebih sering lagi, karena ini sangat membantu kami masyarakat kecil,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Nunukan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, ST., MT., mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah mengharapkan kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan dan ditingkatkan, karena banyak membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut Alimuddin, kolaborasi seperti ini penting untuk terus diperkuat karena manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai pembeli, tetapi juga dapat membuka ruang pemasaran bagi hasil pertanian masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik serta bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Harapan kami, kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama menjaga ketertiban, sehingga kegiatan seperti ini dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Bazar HUT ke-81 TNI tersebut pun menjadi gambaran sederhana bagaimana kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dapat menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dari sembako hingga sayuran segar, kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang pertemuan antara petani, pedagang dan masyarakat sebagai konsumen. (*)








Discussion about this post