BULUNGAN — Pelaku UMKM di Kalimantan Utara mulai diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan pasar lokal. Penguatan digitalisasi, pembiayaan dan akses ekspor menjadi bagian dari strategi mendorong UMKM Kaltara agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara.
Sebanyak 30 UMKM telah mengikuti program inkubasi onboarding digital yang digelar dalam rangkaian pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara sepanjang 2026.
Program tersebut membekali pelaku usaha dengan pemanfaatan platform digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran produk.
Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting agar produk UMKM dapat dikenal lebih luas, tidak terbatas pada konsumen di daerah.
Upaya tersebut turut ditampilkan dalam Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang berlangsung 27–30 Agustus 2026 di Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan.
KKB 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang pengembangan usaha, mulai dari pemasaran, pembiayaan hingga akses pasar.
Tidak hanya melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui pelatihan literasi keuangan dan akses pembiayaan yang diikuti 100 UMKM.
Sementara untuk membuka pasar internasional, Bank Indonesia memfasilitasi business matching ekspor.
Program tersebut telah menghasilkan kesepakatan bisnis dari sembilan UMKM unggulan Kalimantan Utara dengan nilai mencapai Rp2,95 miliar.
Kesepakatan tersebut melibatkan buyer dari Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan KKB merupakan agenda pengembangan UMKM yang telah konsisten digelar sejak 2020 dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan ketujuh.
Menurutnya, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga memperkuat kemampuan pemasaran, pembiayaan dan akses pasar.
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk membawa UMKM Kaltara menuju Go-Digital, Go-Export, dan Go-Funding.
Dengan penguatan tersebut, UMKM di Kalimantan Utara diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dan mampu menjadikan teknologi digital sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar.
Produk lokal Benuanta pun diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi mampu bersaing dan diterima di pasar nasional maupun internasional.








Discussion about this post