NUNUKAN – Suara untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat perbatasan kembali menguat, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Daerah Pemilihan IV, Gat Kaleb, menegaskan bahwa pembangunan Puskesmas di Kecamatan Krayan Timur adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dijawab oleh pemerintah daerah.
Gat Kaleb menyampaikan bahwa wilayah Krayan, khususnya Krayan Timur, sudah terlalu lama berada dalam kondisi serba terbatas, ia mengatakan bahwa akses yang sulit, kondisi jalan yang berat, serta ketiadaan fasilitas kesehatan membuat warga berada dalam situasi yang memprihatinkan setiap kali menghadapi keadaan darurat.
“Saya harus jujur mengatakan, wilayah kami di Krayan ini sering seperti anak tiri, Banyak hal selalu datang belakangan, termasuk urusan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap tahun selalu ada harapan baru, tetapi realisasinya sering tertunda.
“Tahun lalu kita dengar akan dioperasikan fasilitas di Krayan Tengah, tapi tahun ini belum juga. Jangan sampai Krayan Timur mengalami hal yang sama.”
Menurut Gat, masyarakat di Krayan Timur menghadapi tantangan berat, jarak antarwilayah yang jauh dan kondisi jalan yang bisa memakan waktu berjam-jam bahkan seharian penuh membuat warga sulit mendapatkan pertolongan cepat.
Ia menegaskan bahwa keberadaan puskesmas bukan hanya sebuah kebutuhan administratif, melainkan sesuatu yang menyangkut keselamatan nyawa.
“Kalau ada orang sakit atau meninggal, kami harus berjuang ekstra, bahkan untuk membawa jenazah pun biaya transportasinya sangat besar, itu berat bagi masyarakat,” katanya dengan nada prihatin.
Ia menuturkan bahwa keberadaan Puskesmas di Krayan Timur akan sangat membantu, karena pelayanan kesehatan bisa diberikan tanpa harus menunggu pesawat atau menempuh perjalanan jauh.
Gat Kaleb meminta agar pemerintah mulai membangun puskesmas tersebut meski secara bertahap.
Ia menekankan bahwa proses pembangunan jangan lagi ditunda, sebab setiap tahun yang lewat membuat masyarakat terus berada dalam ketidakpastian.
“Dicicil saja dari sekarang. Kalau tidak dimulai, nanti tahun depan jawabannya lagi-lagi ‘insyaallah tahun depan’. Jangan sampai begitu. Mulai dulu fisiknya,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal kekurangan tenaga medis di wilayah Krayan. Gat menyampaikan bahwa sebenarnya ada banyak putra-putri daerah Krayan yang berpendidikan di bidang kesehatan dan memiliki potensi untuk kembali mengabdi.
“Anak-anak dari kampung saya banyak yang jadi dokter dan perawat, mereka bekerja di kota-kota besar, tapi siapa tahu kalau diajak pulang, mereka mau, ini soal komunikasi saja,” tuturnya.
Gat meminta Dinas Kesehatan segera mengirimkan daftar kebutuhan SDM yang diperlukan di Krayan Timur dan wilayah Krayan lainnya.
Informasi itu, menurutnya, akan membantu DPRD untuk menghubungi para tenaga kesehatan asal Krayan yang tersebar di berbagai daerah guna mengajak mereka kembali.
“Apa saja kebutuhan tenaga medisnya, tolong beri tahu kami, supaya kami bisa bantu menghubungi anak-anak kita. Mereka mungkin jauh, tapi hatinya tetap untuk kampung,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah daerah benar-benar memberi perhatian lebih pada pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan tersebut.
Menurutnya, masyarakat Krayan sudah cukup bersabar, dan pembangunan Puskesmas Krayan Timur akan menjadi langkah nyata yang sangat berarti.
“Jangan tunda lagi, semoga tahun-tahun ke depan Krayan Timur tidak lagi jadi penonton, tetapi bisa merasakan langsung hadirnya pelayanan kesehatan yang layak,” tutup Gat Kaleb.(*)











Discussion about this post