Kamis, Juli 9, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Daerah

Isu Tiga Desa Nunukan Masuk Malaysia Diluruskan

Bupati Irwan Sabri : “90 Persen Wilayah OBP Sah Milik Indonesia”

by Grande Media
22/01/2026
in Daerah, Kalimantan Utara, Nunukan, PEMKAB NUNUKAN
0
Isu Tiga Desa Nunukan Masuk Malaysia Diluruskan

Bupati Nunukan bertemu Sekretaris BNPP untuk memperoleh penjelasan penegasan batas negara di wilayah Nunukan

Share on FacebookShare on Twitter

NUNUKAN – Isu yang menyebutkan tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masuk ke wilayah Malaysia sempat menimbulkan perhatian luas di tengah masyarakat.

Kabar tersebut mencuat setelah Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman memaparkan perkembangan penanganan Outstanding Boundary Problem (OBP) Indonesia–Malaysia dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Outstanding Boundary Problem merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segmen atau titik batas negara yang belum ditetapkan secara definitif akibat perbedaan penafsiran atas trity Belanda–Inggris, titik koordinat, maupun letak patok batas.

Penanganan OBP membutuhkan proses panjang melalui verifikasi lapangan, negosiasi, serta kesepakatan resmi antara kedua negara.

Menanggapi informasi yang berkembang, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, bergerak cepat melakukan klarifikasi dengan berkoordinasi langsung bersama BNPP, Kamis (22/1/2026).

Bupati Nunukan bertemu Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih Nomor 31A, Jakarta Pusat, untuk memperoleh penjelasan menyeluruh terkait penegasan batas negara di wilayah Nunukan.

“Menindaklanjuti penetapan tata batas negara di OBP Segmen Sinapad, Sungai Sesai B2700–B3100, OBP Sungai Simantipal, dan OBP Sebatik, saya langsung melakukan koordinasi ke BNPP agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Irwan Sabri.

Bupati menegaskan bahwa narasi “tiga desa masuk Malaysia” tidak sepenuhnya benar apabila tidak dipahami secara utuh, ia menjelaskan bahwa dalam kesepakatan kedua negara memang terdapat sebagian kecil wilayah OBP yang ditetapkan masuk ke Malaysia.

Namun, pada saat yang sama, mayoritas wilayah OBP justru telah dipastikan menjadi bagian dari Indonesia, termasuk tiga desa yang ramai diberitakan.

Menurut Irwan Sabri, dari total luasan OBP sekitar 5.900 hektare, hasil kesepakatan terbaru menetapkan kurang lebih 5.207,8 hektare sebagai wilayah Indonesia dan sekitar 778,5 hektare sebagai wilayah Malaysia.

Artinya, sekitar 90 persen wilayah OBP tersebut sah menjadi bagian dari NKRI, sementara 10 persen lainnya menjadi wilayah Malaysia.

“Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan di wilayah ex-OBP, agar manfaat penegasan batas negara benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irwan Sabri menyampaikan bahwa masyarakat perbatasan menerima dan menyambut baik hasil kesepakatan ini.

Warga dinilai siap mendukung langkah-langkah pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah demi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup di kawasan perbatasan.

Di akhir keterangannya, Bupati Nunukan berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Nunukan, terutama di wilayah-wilayah ex-OBP.

Ia menekankan bahwa penegasan batas negara harus diiringi dengan peningkatan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat perbatasan, di garis terdepan NKRI. (*PROKOMPIM)

 

Tags: BNPPkabupatennunukankaltarakaltaragrande.newsKemenluNKRInunukanOBP Indonesia-MalaysiaPemkabNunukanPerbatasan Indonesia Malaysiasebatik
Previous Post

Polda Kaltara Gelar Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi SIPSS T.A. 2026

Next Post

Gubernur Kaltara Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat, Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan

Berita Lainnya

Sambutan Hangat di Bumi Benuanta, Irjen Pol Agus Wijayanto Resmi Mengawali Tugas sebagai Kapolda Kaltara
Kalimantan Utara

Sambutan Hangat di Bumi Benuanta, Irjen Pol Agus Wijayanto Resmi Mengawali Tugas sebagai Kapolda Kaltara

09/07/2026
Achmad Djufrie Bawa Semangat Penghijauan ADPSI ke Kaltara, Dorong Pembangunan Berkelanjutan
DPRD Kaltara

Achmad Djufrie Bawa Semangat Penghijauan ADPSI ke Kaltara, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

09/07/2026
Rismanto Dorong Pemahaman Perda di Masyarakat, Bahas Penguatan Olahraga dan Pendidikan di Nunukan
DPRD Kaltara

Rismanto Dorong Pemahaman Perda di Masyarakat, Bahas Penguatan Olahraga dan Pendidikan di Nunukan

09/07/2026
Bupati Wempi Resmikan Gereja GKII Batu Kajang, Dorong Peran Gereja Hadapi Tantangan Zaman
Kalimantan Utara

Bupati Wempi Resmikan Gereja GKII Batu Kajang, Dorong Peran Gereja Hadapi Tantangan Zaman

09/07/2026
Warga Binaan Lapas Tarakan Terima Premi Hasil Produksi, Jadi Bekal Kemandirian Usai Bebas
Kalimantan Utara

Warga Binaan Lapas Tarakan Terima Premi Hasil Produksi, Jadi Bekal Kemandirian Usai Bebas

09/07/2026
MPLS SMAN 1 Sebatik Bernuansa Internasional, Enam Siswa SIKK Malaysia Ikut Berbaur dengan Pelajar Perbatasan
Kalimantan Utara

MPLS SMAN 1 Sebatik Bernuansa Internasional, Enam Siswa SIKK Malaysia Ikut Berbaur dengan Pelajar Perbatasan

08/07/2026
Next Post
Gubernur Kaltara Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat, Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan

Gubernur Kaltara Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat, Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan

Penyelesaian Perbatasan Nasional RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Memastikan Tidak Ada Desa yang Terabaikan

Penyelesaian Perbatasan Nasional RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Memastikan Tidak Ada Desa yang Terabaikan

Pemprov dan DPRD Kaltara Setujui Dua Ranperda Strategis tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Ketenagakerjaan

Pemprov dan DPRD Kaltara Setujui Dua Ranperda Strategis tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Ketenagakerjaan

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.