Rabu, April 22, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara

Gubernur Kaltara Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat, Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan

by Grande Media
23/01/2026
in Kalimantan Utara, Pemprov Kaltara
0
Gubernur Kaltara Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat, Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan
Share on FacebookShare on Twitter

KALTARA  – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. menyampaikan sejumlah tantangan berat dalam pembangunan wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Tim Panitia Kerja (Panja) tentang Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara Komisi II DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Dalam paparannya, Gubernur menekankan dua persoalan utama yang menjadi fokus perhatian yaitu infrastruktur dasar yang masih memprihatinkan dan ketimpangan harga barang. Isu ini kerap ia sampaikan dalam berbagai forum dengan pemerintah pusat, termasuk dalam audiensi dengan Menteri Keuangan yang akhirnya berbuah bantuan sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan jembatan.

Dijelaskannya, kehidupan di wilayah perbatasan kerap berhadapan dengan harga yang tidak wajar.

“Di perbatasan, harga satu karung semen bisa mencapai Rp 800 ribu. Sedangkan gas elpiji 3 kg bisa mencapai Rp 400 ribu,” ujarnya.

Namun, kondisi yang lebih memprihatinkan adalah minimnya infrastruktur dan pelayanan dasar. Jalan, listrik, jaringan telekomunikasi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan masih sangat tertinggal.

Akses ke banyak daerah masih sangat bergantung pada jalur sungai dengan menggunakan long boat, yang sering kali harus menembus giram atau jeram dengan taruhan nyawa.

“Ada beberapa daerah harus menggunakan long boat dengan mengarungi jeram dengan risiko nyawa maupun barang habis. Kalau sekali itu (long boat) menabrak batu, habis itu barang (sembako) di dalamnya. Nyawapun belum tentu selamat,” tuturnya.

Gubernur mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Kaltara telah berupaya mengatasi masalah akses jalan ini. Namun, dengan tingginya harga material dan ongkos lainnya.

“Alhamdulillah kami kemarin hanya bisa menganggarkan Rp 5 Miliar untuk pembangunan aspal di wilayah perbatasan di Krayan. Itupun hanya mendapat (jalan aspal) sepanjang 800 meter saja karena memang factor kemahalan bahan baku dan sebagainya,” imbuhnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan keuangan daerah, pemerintah provinsi tetap memberikan perhatian khusus bagi masyarakat perbatasan. Program seperti dokter terbang dan subsidi angkutan barang serta orang terus dilaksanakan sebagai bukti kehadiran negara di wilayah perbatasan.

Melalui forum ini, Gubernur kembali menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan dan mengulurkan tangan kepada wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dukungan yang lebih besar dinilai krusial untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan wilayah, dan menjaga kedaulatan NKRI dari pinggiran.

“Yang kita harapkan adalah uluran tangan pemerintah pusat bagaimana mengucurkan anggaran ke wilayah-wilayah perbatasan sehingga baik dari sosial, pendidikan, kesehatan masyarakat kita di perbatasan,” tutup Gubernur.

Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Tim Panja Komisi II DPR RI yang dihadiri oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang memiliki wilayah perbatasan. Diantaranya hadir 3 Wakil Menteri Dalam Negeri yaitu Bima Arya Sugiarto, Ribka Haluk, dan Akhmad Wiyagus. Hadir pula Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Makhruzi Rahman. (dkisp)

Tags: dpr rigubernurkaltarakaltara grandeperbatasanzainal paliwang
Previous Post

Isu Tiga Desa Nunukan Masuk Malaysia Diluruskan

Next Post

Penyelesaian Perbatasan Nasional RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Memastikan Tidak Ada Desa yang Terabaikan

Berita Lainnya

Pemprov Kaltara Gelar Uji Kompetensi JPT Pratama, Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Merit
Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara Gelar Uji Kompetensi JPT Pratama, Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Merit

22/04/2026
DPRD Kaltara Dorong Penguatan Kolaborasi CSR untuk Percepatan Pembangunan Daerah
DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Dorong Penguatan Kolaborasi CSR untuk Percepatan Pembangunan Daerah

22/04/2026
DPRD Dukung Proyek Kereta Api, Kaltara dan Investor Fokus Penuhi Persyaratan Strategis
DPRD Kaltara

DPRD Dukung Proyek Kereta Api, Kaltara dan Investor Fokus Penuhi Persyaratan Strategis

22/04/2026
Proyek Rel Kereta Kaltara Kian Dekat, Investor Siap Biayai Tanpa Dana Pemerintah
Kalimantan Utara

Proyek Rel Kereta Kaltara Kian Dekat, Investor Siap Biayai Tanpa Dana Pemerintah

22/04/2026
Silaturahmi dengan Paguyuban Lamongan, Wakapolda Tekankan Peran Masyarakat Jaga Kerukunan
Kalimantan Utara

Silaturahmi dengan Paguyuban Lamongan, Wakapolda Tekankan Peran Masyarakat Jaga Kerukunan

22/04/2026
Dirbinmas Polda Kaltara Beri Pembekalan, Bhabinkamtibmas Diminta Responsif dan Solutif
Kalimantan Utara

Dirbinmas Polda Kaltara Beri Pembekalan, Bhabinkamtibmas Diminta Responsif dan Solutif

22/04/2026
Next Post
Penyelesaian Perbatasan Nasional RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Memastikan Tidak Ada Desa yang Terabaikan

Penyelesaian Perbatasan Nasional RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Memastikan Tidak Ada Desa yang Terabaikan

Pemprov dan DPRD Kaltara Setujui Dua Ranperda Strategis tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Ketenagakerjaan

Pemprov dan DPRD Kaltara Setujui Dua Ranperda Strategis tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Ketenagakerjaan

Syamsuddin Arfah Berharap Semua Aspek Bisa Berperan Menekan Angka Penyebaran HIV AIDS

Syamsuddin Arfah Berharap Semua Aspek Bisa Berperan Menekan Angka Penyebaran HIV AIDS

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.