NUNUKAN – Warga dan pelajar di Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk protes atas kondisi jalan utama yang rusak parah. Aksi damai tersebut berlangsung di ruas jalan Pa’ Kebuan–Long Umung, Sabtu (31/1/2026).
Aksi ini menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak warga dan pelajar menyuarakan keresahan mereka terhadap infrastruktur jalan yang selama ini menjadi akses utama perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Tokoh masyarakat Krayan Timur, Jumanli Yohanes, mengatakan kondisi jalan yang berlumpur dan licin merupakan persoalan yang dihadapi masyarakat setiap hari.
“Kerusakan jalan ini bukan hal baru. Ini adalah tantangan yang terus kami hadapi setiap saat. Jalan utama kami rusak parah dan sangat menyulitkan aktivitas masyarakat,” ujar Jumanli.
Ia menambahkan, buruknya kondisi jalan berdampak langsung pada roda perekonomian, akses pelayanan kesehatan, serta keselamatan pelajar yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
“Kami bangga dengan berbagai program nasional pemerintah, namun realitas di Krayan Timur masih jauh dari layak. Jalan tanah liat dengan kubangan lumpur ini menjadi satu-satunya akses utama. Kami adalah warga negara yang taat hukum dan setia pada Pancasila, karena itu kami berharap adanya keadilan dan perhatian dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Aspirasi juga disampaikan oleh kalangan pelajar. Gilbert Christian, siswa kelas II SMP Negeri 1 Krayan Timur, menyampaikan bahwa perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan.
“Kami lebih membutuhkan perbaikan jalan daripada program makan bergizi gratis,” kata Gilbert di hadapan peserta aksi.
Ia bahkan menyampaikan pernyataan tegas bahwa masyarakat Krayan Timur siap membangun secara mandiri jika pemerintah pusat tidak segera mengambil langkah nyata.
“Buatkan kami jalan yang layak. Jika pemerintah tidak membangun Krayan Timur, maka Krayan Timur akan berusaha membangun dengan potensi alam yang kami miliki,” ujarnya.

Aksi penyampaian surat terbuka tersebut mencerminkan harapan masyarakat dan pelajar Krayan Timur agar pemerintah pusat segera memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut. Mereka berharap perbaikan jalan tidak lagi sekadar menjadi janji, melainkan segera direalisasikan demi mendukung mobilitas, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)











Discussion about this post