NUNUKAN – Madrasah Aliyah (MA) Al-Ikhlas Nunukan kembali menunjukkan prestasinya dalam lomba Gerak Jalan Indah tingkat pelajar SMA/MA yang digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan, Sabtu (22/8/2026).
Tim MA Al-Ikhlas Nunukan berhasil meraih juara I kategori SMA putra dan juara II kategori SMA putri, hasil tersebut sekaligus mempertahankan prestasi yang diraih sekolah tersebut pada perlombaan tahun sebelumnya.
Bagi MA Al-Ikhlas Nunukan, capaian tersebut bukan sekadar mengulang keberhasilan, tahun ini, mereka berupaya menghadirkan penampilan yang lebih menarik dengan mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya budaya Suku Tidung.

Guru Ekonomi sekaligus pembina tim Gerak Jalan MA Al-Ikhlas Nunukan, Irwansyah, mengatakan sejak awal pihaknya memang menargetkan juara I.
“Target kami tentunya juara satu, harapannya bisa mendapatkan juara yang sama seperti tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih baik lagi,” ujar Irwansyah, Sabtu (22/08/2026).
Target tersebut diwujudkan melalui persiapan selama kurang lebih tiga minggu. Para peserta yang sebagian besar berasal dari ekstrakurikuler Paskibraka berlatih untuk mematangkan gerakan, formasi, kekompakan, hingga konsep penampilan.
Tidak hanya mengandalkan kekompakan gerakan dan formasi, MA Al-Ikhlas Nunukan tahun ini membawa konsep budaya adat asli Kabupaten Nunukan ke dalam penampilan mereka.
Unsur budaya tersebut ditampilkan melalui kostum, aksesori, variasi gerakan hingga atraksi yang disuguhkan selama perlombaan.
Para peserta mengenakan sesinggal sebagai aksesori kepala dan menggunakan batik Lulantatibu, yang menjadi salah satu identitas khas Kabupaten Nunukan.
Nuansa budaya juga diperkuat melalui lagu Bebilin yang dibawakan dalam salah satu atraksi, lagu tersebut dipilih karena dinilai memiliki pesan leluhur yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
“Melalui lagu Bebilin ini ada pesan dari nenek moyang kepada generasi muda. Kami berharap generasi muda bisa menjaga pesan yang terkandung di dalamnya, seperti saling menghormati dan bekerja sama,” jelasnya.
Penampilan semakin atraktif dengan penggunaan alat musik yang secara kreatif menggunakan aspal. Kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya peserta memadukan gerak jalan dengan unsur seni dan budaya daerah.
Bagi MA Al-Ikhlas Nunukan, lomba Gerak Jalan Indah tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mempertahankan prestasi, lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal, mencintai sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat.
Prestasi juara I kategori putra dan juara II kategori putri yang kembali diraih tahun ini menjadi bukti kerja keras para peserta dan Pembina, pengalaman dari perlombaan sebelumnya menjadi modal untuk tampil lebih percaya diri, sementara konsep budaya Tidung menjadi warna tersendiri dalam penampilan mereka.
Dengan capaian tersebut, MA Al-Ikhlas Nunukan tidak hanya kembali mencatatkan prestasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat kompetisi dapat berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. (*)








Discussion about this post