NUNUKAN – Paras Fest 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan tidak hanya memeriahkan perayaan hari jadi daerah, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan.
Selama 13 hari pelaksanaan, 2–14 Oktober 2026, omzet UMKM tercatat mencapai Rp1.981.648.090 atau sekitar Rp1,98 miliar.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mardiana, mengungkapkan bahwa omzet tertinggi tercatat pada malam penutupan Paras Fest, Rabu (14/10/2026), dengan nilai penjualan mencapai Rp306.965.000.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi selama festival berlangsung. Sementara itu, pada malam pembukaan, Jumat (2/10/2026), omzet UMKM tercatat sebesar Rp158.915.090.
Penjualan juga menunjukkan peningkatan pada sejumlah hari pelaksanaan, di antaranya Sabtu (10/10/2026) yang mencapai Rp226.844.000 dan Senin (12/10/2026) sebesar Rp216.556.000. Puncak transaksi kemudian terjadi pada malam penutupan dengan omzet lebih dari Rp306 juta dalam satu hari.
“Berdasarkan rekapitulasi omzet harian, penjualan tertinggi selama Paras Fest 2026 terjadi pada malam penutupan, 14 Oktober 2026, dengan nilai mencapai Rp306.965.000,” ungkap Mardiana, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, Paras Fest menjadi salah satu ruang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen lebih luas.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada pedagang untuk memanfaatkan meningkatnya aktivitas masyarakat selama perayaan HUT Kabupaten Nunukan.
Salah satu fasilitas yang dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha adalah penyediaan tempat berjualan tanpa dipungut biaya sewa. Dengan adanya fasilitas tersebut, pelaku UMKM dapat berpartisipasi dalam bazar dan memasarkan produknya selama festival berlangsung.

Manfaat bazar gratis ini turut dirasakan oleh pelaku UMKM yang berpartisipasi. Pemilik Dapur Japa menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., atas kesempatan yang diberikan kepada pelaku usaha lokal untuk berjualan di Paras Fest 2026.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Nunukan yang telah memberikan peluang kepada kami selaku UMKM Nunukan untuk berjualan di Paras Fest 2026. Terima kasih juga karena sudah menyediakan tempat tanpa dipungut biaya apa pun,” ujarnya.
Ia mengatakan, kesempatan berjualan tersebut membantu menopang perekonomian keluarga sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
“Dengan adanya bazar, bisa membantu dan menopang perekonomian keluarga. Semoga ke depannya UMKM Nunukan semakin maju, kreatif, dan naik kelas,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan pelaku usaha Marsha the Jack, Warung A4, dan Lapakku Amilut. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, DKUKMPP, khususnya Bupati Nunukan, atas penyelenggaraan Paras Fest 2026 dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Nunukan.
Bagi para pedagang, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan pendapatan.
Capaian omzet hampir Rp2 miliar selama 13 hari pelaksanaan menjadi gambaran aktivitas perdagangan yang berlangsung selama Paras Fest 2026. Ke depan, dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat terus diperkuat melalui fasilitasi promosi, pembinaan usaha, dan perluasan akses pasar.
Dengan demikian, kegiatan promosi seperti Paras Fest diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong UMKM Kabupaten Nunukan semakin berkembang, kreatif, dan mampu bersaing, sejalan dengan tema HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju.” (*)








Discussion about this post