NUNUKAN – Suasana di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan terasa berbeda. Deretan pejabat yang akan dilantik tampak rapi dan khidmat, sebagian menyimpan rasa haru, sebagian lagi memancarkan tekad baru. Di balik prosesi resmi tersebut, tersimpan harapan besar tentang wajah birokrasi yang lebih baik.
Wakil Bupati Hermanus, atas nama Bupati Nunukan, memimpin langsung pelantikan 208 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional, Selasa (7/4/2026). Satu per satu nama dipanggil, sumpah jabatan diucapkan, menandai awal tanggung jawab baru yang tidak ringan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, Irwan Sabri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari penataan birokrasi berbasis sistem merit—sebuah sistem yang menempatkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja sebagai dasar utama.
Seluruh proses, lanjutnya, telah melalui tahapan yang ketat dan sesuai aturan, termasuk mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara melalui aplikasi I-Mut. Hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Keputusan ini bukan diambil secara sembarangan. Semua melalui proses yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dari 208 pejabat yang dilantik, sebanyak 183 merupakan pejabat struktural, sementara dua pejabat fungsional mendapat amanah tambahan sebagai Kepala Puskesmas. Di sisi lain, 23 pejabat lainnya dikembalikan ke jabatan fungsional sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan organisasi.
Namun lebih dari sekadar angka, Bupati mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. Sebuah kepercayaan yang harus dijaga, bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat.
“Jabatan ini bukan hadiah, melainkan tanggung jawab. Ada harapan masyarakat yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam enam bulan ke depan, seluruh pejabat akan dievaluasi secara menyeluruh. Tidak ada lagi ruang bagi pola kerja yang lambat, pasif, atau sekadar menggugurkan kewajiban.
“Masyarakat menunggu hasil, bukan proses yang berlarut-larut. Kinerja harus terukur,” tegasnya lagi.
Di tengah dinamika global dan tekanan ekonomi yang terus berubah, Pemerintah Kabupaten Nunukan kini mendorong langkah-langkah adaptif. Salah satunya melalui kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat mulai April 2026. Kebijakan ini bukan sekadar efisiensi, tetapi juga bagian dari transformasi pola kerja birokrasi.
“WFH bukan berarti santai. Ini tentang bagaimana kita tetap produktif dalam cara kerja yang berbeda,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah tengah mengakselerasi Program Prioritas 17 Arah Baru Menuju Perubahan. Program ini menjadi panduan bagi seluruh perangkat daerah untuk bergerak dalam satu arah, memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Di penghujung sambutan, Wakil Bupati Hermanus menyampaikan pesan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan birokrasi. Ia mengajak seluruh ASN untuk meninggalkan ego sektoral dan membangun kebersamaan.
“Kita ini satu keluarga besar. Tidak boleh ada sekat-sekat. Kalau kita tidak solid, pelayanan tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya dengan nada tegas namun hangat.
Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar ASN—berakhlak, profesional, jujur, ikhlas, transparan, adaptif, dan harmonis—sebagai fondasi dalam bekerja.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya soal prosedur, tetapi juga soal sikap. Kerendahan hati, kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta kecepatan dalam merespons persoalan menjadi kunci utama.
“Kita hadir untuk melayani, bukan dilayani. Jadikan pekerjaan ini sebagai amanah, bahkan sebagai ibadah,” pesannya.
Dalam suasana yang penuh makna itu, doa pun dipanjatkan. Harapan agar seluruh ASN di Kabupaten Nunukan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelapangan rezeki dalam menjalankan tugas.
Pelantikan ini menjadi titik awal. Bukan hanya bagi para pejabat yang dilantik, tetapi juga bagi upaya besar membangun birokrasi yang lebih lincah, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Pada akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan—menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menutup rangkaian acara, Wakil Bupati Hermanus memberikan pesan sederhana namun penuh makna.
“Tetap semangat. Masyarakat Nunukan menunggu kehadiran dan kerja nyata kita semua,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post