NUNUKAN – Pelaksanaan ibadah kurban Iduladha di Masjid Baitul Fattah berlangsung sederhana namun penuh makna, seluruh hewan kurban tahun ini berasal dari swadaya jamaah tanpa bantuan dari pihak luar.
Ketua Panitia Kurban Masjid Baitul Fattah, H. Rahmat Suratno, yang beralamat Jl. Ujang Dewa RT. 08 Kelurahan Nunukan Selatan mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang berasal dari dana patungan jamaah.
“Untuk tahun ini kami melaksanakan kurban 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Semua murni dari swadaya jamaah,” ujar H. Rahmat, Rabu (27/05/2026).
Ia menjelaskan, selama 7 tahun berdiri, Masjid Baitul Fattah belum pernah menerima bantuan hewan kurban dari pihak mana pun.
“Selama masjid ini berdiri, kurang lebih tujuh tahun, kami belum pernah menerima bantuan hewan kurban, semua murni dari jamaah,” jelasnya.
Sapi yang digunakan merupakan sapi lokal asal Sebatik dengan bobot sekitar 350 hingga 400 kilogram, menurutnya, sapi dari Sebatik memiliki keunggulan karena lebih besar dan harganya lebih terjangkau dibandingkan sapi dari Nunukan.
“Untuk sapi yang digunakan ini dari Sebatik, bobotnya sekitar 350 sampai 400 kilogram, Sapi Sebatik ini lebih besar dan lebih murah dibandingkan sapi dari Nunukan,” katanya.
Daging kurban ini nantinya akan dibagikan kepada sekitar 140 kepala keluarga di wilayah RT 07 dan RT 08 Kelurahan Nunukan Selatan, yang berada di sekitar masjid.
Rahmat berharap kegiatan kurban ini tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga mempererat hubungan antara jamaah dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap dengan adanya kurban ini, silaturahmi antara pengurus masjid, jamaah, dan masyarakat sekitar semakin erat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar masjid-masjid kecil seperti Masjid Baitul Fattah mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami berharap ke depan ada bantuan dari pemerintah daerah, supaya masjid-masjid kecil seperti kami juga bisa merasakan bantuan hewan kurban setiap tahun,” tuturnya.
Melalui kegiatan kurban ini, semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga kembali terasa kuat, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar masjid. (*)








Discussion about this post