Sabtu, Oktober 31, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara DPRD Kaltara

Supa’ad Beberkan Kisah Kebangkitan Pakuwaja dari Organisasi Vakum hingga Jadi Simbol Persatuan Warga Jawa

by Grande Media
07/06/2026
in DPRD Kaltara, Kalimantan Utara
0
Supa’ad Beberkan Kisah Kebangkitan Pakuwaja dari Organisasi Vakum hingga Jadi Simbol Persatuan Warga Jawa

Supa’ad Hadianto Berbagi Kisah Perjalanan Pakuwaja di Hadapan Warga Jawara Tarakan

Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Perjalanan Paguyuban Keluarga Warga Jawa (Pakuwaja) Kota Tarakan yang kini memiliki pendopo permanen dan menjadi pusat aktivitas warga Jawa ternyata tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilannya, terdapat proses panjang yang dimulai dari kondisi organisasi yang sempat vakum dan minim kegiatan.

Kisah tersebut diungkapkan Penasehat Pakuwaja Kota Tarakan, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri kegiatan arisan dan silaturahmi Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) di Kompleks Perumahan Intraca, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Supa’ad mengajak warga Jawara untuk belajar dari perjalanan Pakuwaja yang berhasil bangkit berkat semangat kebersamaan dan konsistensi para anggotanya.

Menurut Supa’ad, ketika dirinya dipercaya memimpin Pakuwaja pada periode 2006–2010, organisasi tersebut sebenarnya telah ada. Namun aktivitasnya belum berjalan optimal sehingga keberadaannya kurang dikenal masyarakat.

“Pakuwaja saat itu ada, tetapi hampir tidak memiliki kegiatan yang terlihat. Karena itu kami mulai membangun kembali semangat kebersamaan dari hal-hal sederhana,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menuturkan, tantangan terbesar organisasi saat itu bukan sekadar menggelar kegiatan, melainkan membangun rasa memiliki di kalangan warga Jawa yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tarakan.

Melalui pertemuan rutin, silaturahmi, dan kegiatan sosial, Pakuwaja perlahan mulai menunjukkan geliatnya. Dari proses tersebut, muncul gagasan untuk memiliki sekretariat permanen sebagai pusat kegiatan organisasi.

Supa’ad menjelaskan, pendopo Pakuwaja yang kini berdiri megah merupakan hasil perjuangan bertahun-tahun. Sebagian lahan berasal dari wakaf almarhum Marjito, sementara sebagian lainnya diperoleh melalui pembelian yang dilakukan saat dirinya menjabat ketua organisasi.

Namun perjalanan itu tidak mudah. Selain keterbatasan dana, lokasi yang akan dijadikan sekretariat juga berada di kawasan yang berkaitan dengan Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) Pertamina sehingga memerlukan proses yang panjang.

“Kalau hanya menunggu tanpa bergerak, tentu tidak akan ada hasil. Karena itu kami terus berupaya hingga akhirnya memiliki sekretariat sendiri,” katanya.

Awalnya, sekretariat tersebut hanya berupa bangunan kayu sederhana. Seiring waktu dan dukungan warga, tempat itu berkembang menjadi pendopo yang kini menjadi rumah bersama bagi berbagai paguyuban warga Jawa di Tarakan.

Bagi Supa’ad, keberadaan pendopo bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan dan hasil gotong royong masyarakat perantauan.

Karena itu, ia mengajak generasi penerus untuk terus menjaga organisasi melalui kegiatan silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan. Menurutnya, organisasi akan tetap hidup selama anggotanya memiliki semangat untuk berkumpul dan menjaga persaudaraan.

“Paguyuban ini harus terus dirawat. Jangan melihat besar kecilnya organisasi, tetapi lihat bagaimana kebersamaan itu terus dijaga,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman Pakuwaja dapat menjadi inspirasi bagi organisasi masyarakat lainnya untuk terus tumbuh, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.(*)

Tags: dprd kaltaraJawarakaltara grandepakuwajaPendopo PakuwajasilaturahmiSupa’ad HadiantotarakanWarga Jawa
Previous Post

Supa’ad Hadianto: Kebersamaan adalah Modal Terbesar Warga Perantauan

Next Post

Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Berita Lainnya

Dari Ponpes Hidayatullah, Kapolda Kaltara Serukan Santri Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba
Kalimantan Utara

Dari Ponpes Hidayatullah, Kapolda Kaltara Serukan Santri Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba

31/10/2026
Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan
Ekonomi

Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan

30/10/2026
Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan
Kalimantan Utara

Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan

30/10/2026
Tak Sekadar Bangunan, Wempi Mawa Resmikan Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Iman
Kalimantan Utara

Tak Sekadar Bangunan, Wempi Mawa Resmikan Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Iman

30/10/2026
Rahmawati Dukung Layanan Ambulans Gratis, Pasien Luar Tarakan Jadi Sasaran
Kalimantan Utara

Rahmawati Dukung Layanan Ambulans Gratis, Pasien Luar Tarakan Jadi Sasaran

29/10/2026
Lestarikan Budaya Dayak, Kapolda Kaltara Buka Turnamen Menyumpit HUT ke-81 Brimob
Kalimantan Utara

Lestarikan Budaya Dayak, Kapolda Kaltara Buka Turnamen Menyumpit HUT ke-81 Brimob

29/10/2026
Next Post
Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Wilayah Perbatasan Kaltara Masuk Status Waspada

Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Wilayah Perbatasan Kaltara Masuk Status Waspada

Perkiraan Gelombang Tsunami 0,5 Meter, Pemkot Tarakan dan BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Perkiraan Gelombang Tsunami 0,5 Meter, Pemkot Tarakan dan BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.