Selasa, September 15, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara DPRD Kaltara

Supa’ad Beberkan Kisah Kebangkitan Pakuwaja dari Organisasi Vakum hingga Jadi Simbol Persatuan Warga Jawa

by Grande Media
07/06/2026
in DPRD Kaltara, Kalimantan Utara
0
Supa’ad Beberkan Kisah Kebangkitan Pakuwaja dari Organisasi Vakum hingga Jadi Simbol Persatuan Warga Jawa

Supa’ad Hadianto Berbagi Kisah Perjalanan Pakuwaja di Hadapan Warga Jawara Tarakan

Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Perjalanan Paguyuban Keluarga Warga Jawa (Pakuwaja) Kota Tarakan yang kini memiliki pendopo permanen dan menjadi pusat aktivitas warga Jawa ternyata tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilannya, terdapat proses panjang yang dimulai dari kondisi organisasi yang sempat vakum dan minim kegiatan.

Kisah tersebut diungkapkan Penasehat Pakuwaja Kota Tarakan, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri kegiatan arisan dan silaturahmi Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) di Kompleks Perumahan Intraca, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Supa’ad mengajak warga Jawara untuk belajar dari perjalanan Pakuwaja yang berhasil bangkit berkat semangat kebersamaan dan konsistensi para anggotanya.

Menurut Supa’ad, ketika dirinya dipercaya memimpin Pakuwaja pada periode 2006–2010, organisasi tersebut sebenarnya telah ada. Namun aktivitasnya belum berjalan optimal sehingga keberadaannya kurang dikenal masyarakat.

“Pakuwaja saat itu ada, tetapi hampir tidak memiliki kegiatan yang terlihat. Karena itu kami mulai membangun kembali semangat kebersamaan dari hal-hal sederhana,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menuturkan, tantangan terbesar organisasi saat itu bukan sekadar menggelar kegiatan, melainkan membangun rasa memiliki di kalangan warga Jawa yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tarakan.

Melalui pertemuan rutin, silaturahmi, dan kegiatan sosial, Pakuwaja perlahan mulai menunjukkan geliatnya. Dari proses tersebut, muncul gagasan untuk memiliki sekretariat permanen sebagai pusat kegiatan organisasi.

Supa’ad menjelaskan, pendopo Pakuwaja yang kini berdiri megah merupakan hasil perjuangan bertahun-tahun. Sebagian lahan berasal dari wakaf almarhum Marjito, sementara sebagian lainnya diperoleh melalui pembelian yang dilakukan saat dirinya menjabat ketua organisasi.

Namun perjalanan itu tidak mudah. Selain keterbatasan dana, lokasi yang akan dijadikan sekretariat juga berada di kawasan yang berkaitan dengan Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) Pertamina sehingga memerlukan proses yang panjang.

“Kalau hanya menunggu tanpa bergerak, tentu tidak akan ada hasil. Karena itu kami terus berupaya hingga akhirnya memiliki sekretariat sendiri,” katanya.

Awalnya, sekretariat tersebut hanya berupa bangunan kayu sederhana. Seiring waktu dan dukungan warga, tempat itu berkembang menjadi pendopo yang kini menjadi rumah bersama bagi berbagai paguyuban warga Jawa di Tarakan.

Bagi Supa’ad, keberadaan pendopo bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan dan hasil gotong royong masyarakat perantauan.

Karena itu, ia mengajak generasi penerus untuk terus menjaga organisasi melalui kegiatan silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan. Menurutnya, organisasi akan tetap hidup selama anggotanya memiliki semangat untuk berkumpul dan menjaga persaudaraan.

“Paguyuban ini harus terus dirawat. Jangan melihat besar kecilnya organisasi, tetapi lihat bagaimana kebersamaan itu terus dijaga,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman Pakuwaja dapat menjadi inspirasi bagi organisasi masyarakat lainnya untuk terus tumbuh, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.(*)

Tags: dprd kaltaraJawarakaltara grandepakuwajaPendopo PakuwajasilaturahmiSupa’ad HadiantotarakanWarga Jawa
Previous Post

Supa’ad Hadianto: Kebersamaan adalah Modal Terbesar Warga Perantauan

Next Post

Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Berita Lainnya

Audit Itwasum Polri: Penanganan Karhutla Polda Kaltara Dinilai Efektif, Luas Terbakar Turun 82,56 Persen
Kalimantan Utara

Audit Itwasum Polri: Penanganan Karhutla Polda Kaltara Dinilai Efektif, Luas Terbakar Turun 82,56 Persen

14/09/2026
Brimob Sambangi Warga Sebatik, Cegah Karhutla dari Lingkungan Permukiman
Kalimantan Utara

Brimob Sambangi Warga Sebatik, Cegah Karhutla dari Lingkungan Permukiman

13/09/2026
Minggu Pagi di Tepian Sungai Kayan, Polantas Hadir Lebih Dekat dengan Warga
Kalimantan Utara

Minggu Pagi di Tepian Sungai Kayan, Polantas Hadir Lebih Dekat dengan Warga

13/09/2026
Syamsuddin Arfah: Jangan Sampai Persoalan Regulasi BPJS Berdampak pada Pelayanan RSUD Jusuf SK
DPRD Kaltara

Syamsuddin Arfah: Jangan Sampai Persoalan Regulasi BPJS Berdampak pada Pelayanan RSUD Jusuf SK

13/09/2026
Kucing Merah Kalimantan, Si Misterius dari Hutan Borneo yang Jarang Terlihat
Kalimantan Utara

Kucing Merah Kalimantan, Si Misterius dari Hutan Borneo yang Jarang Terlihat

13/09/2026
Kucing Merah Kalimantan Kembali Terekam di Hutan TNKM, Kali Kedua di Resor Mentarang Tubu
Kalimantan Utara

Kucing Merah Kalimantan Kembali Terekam di Hutan TNKM, Kali Kedua di Resor Mentarang Tubu

13/09/2026
Next Post
Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Musda VI KKSS Nunukan Berakhir, Abu Bakar Sidiq Terpilih Pimpin Organisasi dan Serukan Rekonsiliasi

Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Wilayah Perbatasan Kaltara Masuk Status Waspada

Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Wilayah Perbatasan Kaltara Masuk Status Waspada

Perkiraan Gelombang Tsunami 0,5 Meter, Pemkot Tarakan dan BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Perkiraan Gelombang Tsunami 0,5 Meter, Pemkot Tarakan dan BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.