NUNUKAN – Musyawarah Daerah (Musda) VI Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Nunukan resmi ditutup pada Minggu (7/6/2026). Forum yang menjadi ajang konsolidasi warga Sulawesi Selatan di Kabupaten Nunukan itu menghasilkan kepemimpinan baru dengan terpilihnya H. Abu Bakar Sidiq sebagai Ketua BPD KKSS Kabupaten Nunukan.
Penutupan Musda berlangsung di Cafe 93, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Nunukan Timur, dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur organisasi pilar KKSS, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah.
Terpilihnya Abu Bakar Sidiq melalui mekanisme voting menjadi penutup dari proses demokrasi internal organisasi yang berlangsung dinamis. Dari 15 pemegang hak suara, Abu Bakar memperoleh dukungan terbanyak dengan 8 suara, mengungguli Aliadi yang meraih 5 suara dan H. La Dulla dengan 2 suara.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Abu Bakar menekankan pentingnya menjaga persatuan setelah kompetisi organisasi berakhir. Ia mengajak seluruh keluarga besar KKSS untuk kembali merapatkan barisan dan bersama-sama membangun organisasi yang lebih kuat.
“Musda telah selesai, saatnya kita kembali menjadi satu keluarga besar. Tidak ada lagi perbedaan pilihan. Yang ada adalah semangat bersama untuk membesarkan KKSS dan memberikan manfaat bagi masyarakat Nunukan,” ujarnya.
Abu Bakar menegaskan bahwa kepengurusan yang akan dibentuk nantinya akan berorientasi pada penguatan peran organisasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, KKSS memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris BPW KKSS Kalimantan Utara, Andi Amriampa, mengapresiasi seluruh peserta Musda yang mampu menjaga suasana tetap kondusif hingga berakhirnya kegiatan.
Ia mengingatkan bahwa hasil Musda merupakan keputusan bersama yang harus dihormati seluruh anggota. Andi juga meminta ketua terpilih segera menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu 30 hari agar program kerja organisasi dapat segera dijalankan.
“Yang terpenting setelah Musda adalah konsolidasi. Kita ingin seluruh elemen KKSS kembali bersatu dan mendukung kepengurusan baru demi kemajuan organisasi,” katanya.
Musda VI KKSS Nunukan dinilai menjadi contoh pelaksanaan demokrasi organisasi yang sehat. Meski diwarnai persaingan tiga kandidat, seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Dengan berakhirnya Musda, perhatian kini tertuju pada proses pembentukan kepengurusan baru yang diharapkan mampu merangkul seluruh elemen organisasi serta memperkuat posisi KKSS sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang berperan aktif dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan Kabupaten Nunukan.(*)








Discussion about this post