MANOKWARI – Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, 18–28 Juni 2026. Target membawa pulang tiga medali emas berhasil tercapai, bahkan Kaltara menutup keikutsertaannya dengan raihan total tiga medali emas dan empat medali perak.
Tiga medali emas diraih melalui kategori Paduan Suara Anak (PSA), Musik Pop Gerejawi (MPG), serta Solo Remaja Pemuda Putra (SRPA).
Sementara itu, empat medali perak disumbangkan oleh Vocal Group (VG), Solo Remaja Pemuda Putri (SRPI), Solo Anak Usia 11–15 Tahun (SAU 11–15) , dan Solo Anak Usia 7–10 Tahun (SAU 7–10) .
Ketua Rombongan yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Utara, Norhayati Andris, mengaku bersyukur atas capaian luar biasa tersebut.
“Kami bersyukur kontingen Kalimantan Utara yang mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari pada 18 hingga 28 Juni 2026 berhasil meraih tiga medali emas dan empat medali perak. Ini merupakan capaian yang luar biasa berkat kerja keras para pelatih, peserta, ofisial, dan seluruh tim. Terus terang kami tidak menyangka bisa membawa pulang tiga emas dan empat perak,” ujarnya.
Norhayati menjelaskan, medali emas pertama dipersembahkan tim Paduan Suara Anak dari Kabupaten Nunukan yang tampil memukau di hadapan dewan juri.
“Semangat anak-anak luar biasa. Ini menjadi salah satu capaian terbaik bagi kontingen Kalimantan Utara,” katanya.
Emas kedua diraih pada kategori Musik Pop Gerejawi yang diwakili peserta dari Kabupaten Malinau. Sedangkan emas ketiga dipersembahkan Abraham, wakil Kabupaten Malinau yang tampil pada kategori Solo Remaja Pemuda Putra.


Adapun empat medali perak berasal dari penampilan Vocal Group Kota Tarakan, Solo Remaja Pemuda Putri Kabupaten Malinau, serta dua kategori Solo Anak Usia 11–15 Tahun dan Solo Anak Usia 7–10 Tahun yang keduanya diwakili peserta dari Kabupaten Bulungan.



Menurut Norhayati, keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan yang lebih matang. Semula pelaksanaan Pesparawi Nasional dijadwalkan pada 2025, namun mengalami penundaan hingga 2026 sehingga memberikan waktu lebih panjang bagi seluruh peserta untuk menjalani latihan secara intensif.
“Tambahan waktu ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh para pelatih dan peserta untuk meningkatkan kualitas penampilan. Hasilnya bisa kita lihat bersama, target tiga emas tercapai bahkan disertai empat medali perak,” ungkapnya, Ahad (28/06/2026).
Sebelumnya, Kontingen Pesparawi Kalimantan Utara yang berjumlah 102 orang, terdiri atas peserta, ofisial, pendamping, dan pengurus LPPD Kaltara, dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara sebelum bertolak menuju Manokwari.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dari Gubernur Kaltara kepada Ketua LPPD Kalimantan Utara sebagai simbol keikutsertaan resmi pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Prestasi ini menjadi pencapaian terbaik bagi Kaltara sekaligus membuktikan kualitas pembinaan seni musik gerejawi di berbagai daerah. Raihan tiga medali emas dan empat medali perak diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan Pesparawi Nasional berikutnya. (*)









Discussion about this post