MALINAU – Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Kabupaten Malinau. Upacara pembukaan dipimpin Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., dan diikuti 66 calon siswa yang akan menjalani proses pendidikan selama beberapa bulan ke depan.
Pembukaan pendidikan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malinau, Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, serta para tamu undangan.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Yusuf menegaskan bahwa pendidikan kepolisian bukan hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan integritas calon anggota Polri.
Menurutnya, setiap peserta didik harus mampu mengembangkan kompetensi, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
“Pendidikan ini merupakan proses transformasi yang menyeluruh, mulai dari pengetahuan, keterampilan, sikap, mental hingga budaya kerja. Semua itu harus dimiliki oleh setiap anggota Polri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan tahun ini mengangkat tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas.
Wakapolda juga mengingatkan seluruh peserta didik agar memanfaatkan masa pendidikan sebagai kesempatan untuk membangun karakter yang tangguh. Para siswa diminta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, membiasakan hidup disiplin, menjaga kondisi fisik dan mental, serta menghilangkan kebiasaan yang tidak mendukung kehidupan sebagai anggota Polri.
Selain itu, ia mendorong para calon Bintara untuk terus menjaga motivasi pengabdian dan semangat belajar agar mampu mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan baik.
Tak hanya memberikan arahan kepada siswa, Brigjen Pol. Yusuf juga meminta tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh di SPN Polda Kaltara menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan keteladanan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta didik, tetapi juga kualitas pembinaan yang diberikan para pendidik.
Ia berharap seluruh tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang disiplin, sehat, kompetitif, dan saling mendukung sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Dengan dimulainya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026, diharapkan lahir personel Polri yang profesional, berintegritas, humanis, serta mampu memberikan pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan berkualitas kepada masyarakat. (*)









Discussion about this post