Jumat, September 4, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara

BMKG Juwata Tarakan Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang di Krayan, Warga Diminta Tetap Waspada

by Grande Media
17/07/2026
in Kalimantan Utara, Nunukan
0
BMKG Juwata Tarakan Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang di Krayan, Warga Diminta Tetap Waspada

BMKG Lakukan Respon Cepat Pascakejadian Hujan Es di Krayan

Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan memastikan fenomena hujan es yang disertai petir dan angin kencang di Kecamatan Krayan dan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, pada Kamis (16/7/2026), dipicu oleh kombinasi sejumlah kondisi atmosfer yang saling mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.

Melalui Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Hermansyah, Jumat (17/7/2026), dijelaskan bahwa hasil analisis meteorologi menunjukkan kondisi atmosfer saat kejadian berada dalam keadaan sangat labil sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berkembang cepat dan menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang hingga hujan es.

“Analisis kami menunjukkan suhu muka laut di wilayah Kalimantan Utara berada pada kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius dengan anomali positif sebesar 0,5 sampai 1,0 derajat Celsius. Kondisi tersebut meningkatkan penguapan dan memperkuat proses pembentukan awan hujan,” ujar Muhammad Hermansyah.

Selain suhu muka laut yang hangat, BMKG juga mendeteksi adanya perlambatan angin (konvergensi) pada lapisan 925 hPa yang menyebabkan penumpukan massa udara di wilayah Kalimantan Utara. Di saat yang sama, Gelombang Kelvin terpantau aktif melintasi kawasan tersebut sehingga semakin mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Kelembapan udara pun tercatat sangat tinggi, berkisar antara 80 hingga 100 persen pada lapisan 925–700 mb dan mencapai 70 hingga 80 persen pada lapisan 500 mb. Kondisi ini menjadi sumber uap air yang melimpah untuk pembentukan awan Cumulonimbus.

Dari hasil pengamatan satelit cuaca, awan mulai tumbuh pada pukul 16.00 WITA. Perkembangannya semakin pesat pada pukul 16.30 hingga 17.30 WITA dengan suhu puncak awan mencapai minus 69 derajat Celsius. Suhu puncak awan yang sangat dingin tersebut merupakan indikator terbentuknya awan konvektif yang mampu menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang bahkan hujan es.

Sementara citra radar cuaca menunjukkan reflektivitas awan terus meningkat hingga pukul 16.57 WITA, sebelum akhirnya melemah sekitar pukul 17.34 WITA seiring meluruhnya sistem awan di wilayah Krayan dan Krayan Barat.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring, hujan yang terjadi masuk kategori hujan lebat dengan curah hujan harian mencapai sekitar 75 milimeter dan kecepatan angin maksimum tercatat 18 knot. Cuaca ekstrem berlangsung pada rentang waktu pukul 16.00 hingga 18.00 WITA.

Peristiwa tersebut menyebabkan satu rumah warga tertimpa pohon tumbang, beberapa atap rumah dan bangunan tempat ibadah di Desa Long Katung terlepas akibat terpaan angin, pagar rumah roboh, serta tiang radio SSB ikut tumbang. Hingga laporan diterbitkan belum terdapat korban jiwa, sementara kerugian material masih terus didata.

Muhammad Hermansyah menegaskan, hasil analisis BMKG juga menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara dalam beberapa hari ke depan.

Karena itu, masyarakat diimbau agar terus memantau informasi cuaca resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan bangunan akibat angin kencang.

“BMKG mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem,” tutup Muhammad Hermansyah.(*)

View this post on Instagram

 

Tags: Angin KencangbmkgBMKG Juwata Tarakancuaca ekstremCuaca KaltaraHujan EsKalimantan Utarakaltara grandeKrayanMuhammad Hermansyahnunukan
Previous Post

BMKG Pastikan Bukan Puting Beliung, Angin Kencang Rusak Rumah dan Gereja di Krayan

Next Post

Camat Krayan Timur Sebut Kerusakan Akibat Angin Kencang Masih Didata

Berita Lainnya

Pemprov Kaltara Perkuat Sistem Merit, Siapkan 23 Kandidat Suksesor Jabatan
Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara Perkuat Sistem Merit, Siapkan 23 Kandidat Suksesor Jabatan

04/09/2026
Polda Kaltara dan STIK Lemdiklat Polri Bahas Model Pemolisian Hadapi Bencana
Kalimantan Utara

Polda Kaltara dan STIK Lemdiklat Polri Bahas Model Pemolisian Hadapi Bencana

03/09/2026
Kapolres Nunukan Perkuat Sinergi dengan LPADKT Jaga Kamtibmas
Kalimantan Utara

Kapolres Nunukan Perkuat Sinergi dengan LPADKT Jaga Kamtibmas

03/09/2026
Cuaca Kabupaten Nunukan Hari Ini Berawan, Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Dini Hari
Daerah

Cuaca Kabupaten Nunukan Hari Ini Berawan, Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Dini Hari

03/09/2026
Kabut Asap Belum Ganggu Penerbangan, Bandara Nunukan Tetap Beroperasi Normal
Kalimantan Utara

Kabut Asap Belum Ganggu Penerbangan, Bandara Nunukan Tetap Beroperasi Normal

03/09/2026
Kapolda Kaltara Minta Layanan 110 Tak Sekadar Menerima Laporan
Kalimantan Utara

Kapolda Kaltara Minta Layanan 110 Tak Sekadar Menerima Laporan

01/09/2026
Next Post
Camat Krayan Timur Sebut Kerusakan Akibat Angin Kencang Masih Didata

Camat Krayan Timur Sebut Kerusakan Akibat Angin Kencang Masih Didata

Kapolda Kaltara Cup 2026 Jadi Ajang Lahirkan Atlet E-Sports Berprestasi

Kapolda Kaltara Cup 2026 Jadi Ajang Lahirkan Atlet E-Sports Berprestasi

Wempi Mawa Dorong PDL Tanah Tidung Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Wempi Mawa Dorong PDL Tanah Tidung Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.