TANJUNG SELOR – Di balik lebatnya hutan Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan, tersimpan sebuah keajaiban alam yang selama ini masih tersembunyi dari perhatian banyak orang. Goa Berlapis, dengan lorong-lorong batu yang memanjang dan keunikan geologi yang menakjubkan, kini mulai dilirik sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kalimantan Utara.
Potensi besar itu terlihat saat Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si., dan sejumlah kepala perangkat daerah melakukan peninjauan langsung ke kawasan Goa Berlapis di Gunung Seriang, Sabtu (30/5).
Perjalanan menuju lokasi menjadi pengalaman tersendiri. Medan yang menantang, jalan setapak yang menurun, serta kondisi hutan yang masih alami menghadirkan sensasi petualangan sebelum akhirnya rombongan tiba di mulut goa.
Memasuki bagian dalam, hamparan dinding batu kapur dengan beragam bentuk alami menyambut para pengunjung. Suasana tenang, udara yang sejuk, dan cahaya yang hanya sesekali menembus celah batu menciptakan panorama bawah tanah yang memikat.
Namun bukan hanya keindahan visual yang menjadi daya tarik Goa Berlapis. Di dalam kawasan tersebut terdapat batu unik yang mampu mengeluarkan suara menyerupai nada musik saat diketuk pada bagian tertentu.
Keunikan itu menjadi salah satu temuan menarik yang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kaltara.
“Yang menarik di sini ada batu berbunyi. Kita sudah mencobanya dan suaranya cukup bagus,” ungkap Zainal.
Menurutnya, kekayaan alam seperti ini memiliki nilai wisata yang tinggi dan layak dikembangkan secara serius. Karena itu, pemerintah daerah mulai memetakan berbagai kebutuhan pendukung agar kawasan tersebut dapat dibuka dan dikelola sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
“Insyaallah ke depan gua ini akan kita jadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bulungan. Karena itu kami ingin melihat langsung apa yang perlu dipersiapkan,” ujarnya.
Goa Berlapis memiliki nilai lebih dibanding banyak destinasi serupa. Kawasan ini merupakan bagian dari sekitar 22 goa yang saling terhubung dalam satu bentang alam, menjadikannya sebagai kawasan karst yang memiliki potensi wisata, penelitian, hingga edukasi lingkungan.
Keberadaan Goa Berlapis juga menjadi peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata Kaltara yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam luar biasa namun belum seluruhnya tereksplorasi.
Pemerintah berharap pengembangan kawasan ini nantinya tetap mengedepankan prinsip konservasi sehingga keaslian alam yang menjadi daya tarik utama tidak hilang akibat aktivitas wisata.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat kawasan tersebut agar tetap terjaga keindahannya.
Baginya, Goa Berlapis bukan sekadar rongga batu di dalam gunung. Tempat ini adalah aset masa depan yang dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain keindahan Kalimantan Utara.
Jika dikelola dengan baik, Goa Berlapis berpotensi menjelma menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan Bumi Benuanta yang mampu menarik perhatian wisatawan dari dalam maupun luar daerah. (*dkisp)









Discussion about this post