Rabu, Juli 15, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga Tempe Terancam Naik, Pemerintah Jaga Rupiah untuk Lindungi Pengrajin dan Konsumen

by Grande Media
06/06/2026
in Ekonomi, Nasional
0
Harga Tempe Terancam Naik, Pemerintah Jaga Rupiah untuk Lindungi Pengrajin dan Konsumen

Pemerintah Tegaskan Komitmen Menjaga Nilai Tukar Rupiah, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada biaya produksi usaha kecil, termasuk industri tahu dan tempe yang masih bergantung pada kedelai impor. Pemerintah menilai penguatan rupiah dapat menjadi salah satu cara efektif menjaga harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, gejolak nilai tukar selama ini telah menekan keuntungan para pengrajin tahu dan tempe. Kenaikan harga bahan baku impor membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual untuk menutupi biaya produksi yang terus meningkat.

“Penjual tempe dan tahu sudah tergerus keuntungannya atau bahkan harus menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor. Itu tentu meningkatkan biaya produksi mereka,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6).

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Tempe dan tahu merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga kenaikan harga kedua komoditas tersebut dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas rupiah melalui sinkronisasi kebijakan ekonomi. Dengan nilai tukar yang lebih terkendali, biaya impor bahan baku diharapkan tidak mengalami lonjakan signifikan sehingga harga produk di tingkat konsumen tetap stabil.

Purbaya mengatakan, manfaat stabilitas rupiah harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Selain membantu pelaku usaha mempertahankan margin keuntungan, kebijakan tersebut juga diharapkan meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pedagang tahu tempe dan ibu rumah tangga harus bisa merasakan harga yang lebih baik serta tidak terbebani kenaikan biaya hidup yang terlalu besar,” katanya.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras. Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat posisi rupiah di tengah ketidakpastian global.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap industri tahu dan tempe yang menjadi bagian penting ekonomi kerakyatan dapat terus bertahan dan berkembang, sementara masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pangan bergizi dengan harga yang terjangkau.

Tags: bank indonesiaDaya Beli MasyarakatEkonomi Indonesiakaltara grandeKedelai ImporPurbaya Yudhi Sadewa.RupiahTempeumkm
Previous Post

Muswil IPM Kaltara, Pemprov Ajak Pelajar Siapkan SDM Unggul Sambut Era IKN dan KIPI

Next Post

Ekspor Makin Mudah, BKHIT Kaltara Buka Pemanfaatan Instalasi Karantina Ikan Tanpa Biaya

Berita Lainnya

Pemkab Nunukan Bagikan 10.396 Seragam SMP Gratis untuk Seluruh Siswa
Daerah

Pemkab Nunukan Bagikan 10.396 Seragam SMP Gratis untuk Seluruh Siswa

14/07/2026
Transportasi Kaltara Catat Pergerakan Beragam pada Mei 2026
Ekonomi

Transportasi Kaltara Catat Pergerakan Beragam pada Mei 2026

12/07/2026
Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan
Nasional

Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

11/07/2026
Inflasi Kaltara Turun ke 2,90 Persen, BPS: Tekanan Harga Mulai Mereda
Ekonomi

Inflasi Kaltara Turun ke 2,90 Persen, BPS: Tekanan Harga Mulai Mereda

10/07/2026
Kemenhub Dorong Konektivitas Udara ASEAN–China Lewat Forum ACWG-RASA di Yogyakarta
Nasional

Kemenhub Dorong Konektivitas Udara ASEAN–China Lewat Forum ACWG-RASA di Yogyakarta

09/07/2026
Tarif Angkutan Muatan PT Pelni Resmi Berubah Mulai 1 Juli, Ini Jenis Layanan yang Terdampak
Daerah

Tarif Angkutan Muatan PT Pelni Resmi Berubah Mulai 1 Juli, Ini Jenis Layanan yang Terdampak

01/07/2026
Next Post
Ekspor Makin Mudah, BKHIT Kaltara Buka Pemanfaatan Instalasi Karantina Ikan Tanpa Biaya

Ekspor Makin Mudah, BKHIT Kaltara Buka Pemanfaatan Instalasi Karantina Ikan Tanpa Biaya

Sosialisasi Galeri Pelangi Jadi Momentum Penguatan Program PKK Hingga Tingkat Desa

Sosialisasi Galeri Pelangi Jadi Momentum Penguatan Program PKK Hingga Tingkat Desa

Bupati Cup 2026 Nunukan Bergulir, 19 Klub Siap Bertarung dengan Nuansa Internasional

Bupati Cup 2026 Nunukan Bergulir, 19 Klub Siap Bertarung dengan Nuansa Internasional

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.