NUNUKAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kesiapsiagaan sekaligus kolaborasi berbagai pihak.
Di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, PT Sago Prima Pratama (SPP) turut mengambil bagian dengan menyalurkan dukungan sebesar Rp200 juta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Dukungan tersebut diserahkan pada Selasa, (15/9/2026) di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, bantuan diserahkan oleh perwakilan PT Sago Prima Pratama, Kristianus Heri, dan diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, SE., M.AP., serta diketahui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sago Prima Pratama, khususnya dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan bencana alam akibat karhutla di Kabupaten Nunukan. Dana tersebut nantinya dimanfaatkan sesuai peruntukan dan kebutuhan penanganan karhutla.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Sago Prima Pratama, Mujiono, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di wilayah operasionalnya.
“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui dukungan ini, kami ingin turut mengambil bagian dalam memperkuat upaya penanggulangan karhutla di Nunukan, khususnya dalam mendukung kebutuhan yang diperlukan di lapangan. Kami berharap kontribusi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya, Selasa, (15/9/2026).

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada PT Sago Prima Pratama yang turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Menurutnya, dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan peralatan yang dapat menunjang penanganan karhutla di lapangan.
“Pada hari ini PT Sago berpartisipasi dalam rangka pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dengan memberikan bantuan kepada BPBD untuk pengadaan peralatan,” kata Raden Iwan, Selasa, (15/9/2026).
Ia menyebut dukungan senilai Rp200 juta tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan dunia usaha dalam menghadapi potensi karhutla. Pemerintah Kabupaten Nunukan, lanjutnya, mengapresiasi kepedulian tersebut dan berharap sinergi serupa terus terbangun.
“Pemkab Nunukan tentu mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PT Sago atas dukungan yang diberikan,” ujarnya.
Raden Iwan juga menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi karhutla, menurutnya, berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran perlu diantisipasi sejak awal melalui edukasi dan keterlibatan bersama.
“Sebetulnya kita tidak ingin adanya kejadian kebakaran hutan. Lebih baik kita bersama-sama melakukan pencegahan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan,” tegasnya.
Dari sisi BPBD, bantuan tersebut dinilai sangat berarti untuk memperkuat kemampuan penanganan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, SE., M.AP., mengatakan kondisi peralatan BPBD masih memiliki keterbatasan sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
“Ini luar biasa bermanfaat bagi kami, karena peralatan kami memang masih terbatas,” kata Asmar.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan penanganan karhutla, termasuk pompa, perlengkapan pendukung, maupun peralatan keselamatan bagi personel yang bertugas.
“Kalau berbicara alat, sebenarnya apa pun yang ada itu akan kita gunakan. Kekuatan kita memang paling banyak di personel, jadi personelnya yang paling kita andalkan dan paling kita siapkan,” jelasnya.
Asmar menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, dibutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, masyarakat, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“BPBD itu bukan superman, tapi kami membutuhkan super team. Karena ini menjadi bagian dari kita semua,” tegasnya.

Bagi PT Sago Prima Pratama, keterlibatan dalam penanggulangan karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Sementara bagi pemerintah daerah, dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga diperkuat melalui langkah-langkah pencegahan.
Dengan demikian, upaya menjaga Nunukan dari ancaman karhutla dapat dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. (*)











Discussion about this post