NUNUKAN – Paras Fest 2026 yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan menjadi salah satu pusat kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Tak hanya menghadirkan beragam hiburan dan pertunjukan budaya, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mardiana, mengatakan berdasarkan rekapitulasi omzet pada 2–13 Oktober 2026, total omzet yang tercatat mencapai Rp1.557.267.090 atau sekitar Rp1,55 miliar.
“Paras Fest menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk dan memperluas pemasaran. Selain memeriahkan HUT Kabupaten Nunukan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Mardiana, Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan laporan harian, omzet tertinggi tercatat pada 10 Oktober sebesar Rp215.614.000, disusul 12 Oktober sebesar Rp200.501.000 dan 7 Oktober sebesar Rp174.505.000.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas transaksi selama Paras Fest berlangsung, di tengah beragam agenda yang menarik masyarakat untuk datang dan menikmati rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Nunukan.
Rangkaian kegiatan di RTP Paras Perbatasan berlangsung dengan beragam agenda sejak Jumat, 9 Oktober 2026. Setiap harinya, masyarakat disuguhkan kegiatan yang memadukan seni, budaya, olahraga, kuliner, dan hiburan.
Pada Jumat (9/10/2026), kegiatan diisi dengan lomba tari kreasi yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan seni tari.
Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (10/10/2026) melalui pawai budaya dan karnaval kendaraan hias, agenda ini menjadi salah satu daya tarik perayaan dengan menampilkan keberagaman budaya serta kreativitas peserta dalam memeriahkan HUT Kabupaten Nunukan.
Pada Minggu (11/10/2026), masyarakat disuguhkan agenda pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui senam Lukiwol yang menghadirkan artis ibu kota Liza Natalia, pada hari yang sama, digelar pula lomba binaraga dan final pemilihan Duta Wisata.
Memasuki Senin (12/10/2026), rangkaian kegiatan diisi dengan festival kuliner dan kegiatan tumpeng organisasi perangkat daerah (OPD), malam harinya, perayaan mencapai puncak dengan menghadirkan Aris serta grup band GIGI dari ibu kota.
Pada Selasa (13/10/2026), panggung Paras Fest kembali menampilkan kekayaan budaya melalui band tradisional dan pentas seni berupa tarian etnis.
Sementara itu, pada Rabu malam (14/10/2026), panitia HUT ke-27 Kabupaten Nunukan menghadirkan grup band Nidji sebagai penampil pada malam penutupan rangkaian kegiatan.
Beragam agenda yang diselenggarakan selama Paras Fest tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan keramaian yang berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran pengunjung dalam berbagai agenda menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan penjualan.
Pemerintah Kabupaten Nunukan diharapkan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya pengembangan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.
Melalui Paras Fest 2026, perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan tidak hanya menjadi momentum kebersamaan masyarakat, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal dan panggung untuk menampilkan kekayaan seni serta budaya daerah.(*)








Discussion about this post