NUNUKAN – Patroli rutin Satuan Samapta Polres Nunukan di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Tengah tidak hanya menjadi bagian dari tugas menjaga keamanan.
Dari patroli tersebut, personel menemukan persoalan yang dihadapi sejumlah anak warga Indonesia yang tinggal di kawasan perbatasan Malaysia namun bersekolah di Indonesia.
Anak-anak tersebut ditemukan saat hendak menuju SD Negeri 5 Sebatik Tengah. Mereka diketahui belum memiliki dokumen perlintasan yang dapat menjadi identitas sebagai warga Indonesia di kawasan perbatasan.

Temuan itu kemudian dilaporkan Kepala Satuan Samapta Polres Nunukan Iptu Nanang Kusmanto kepada Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menggandeng Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.
Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Nunukan terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbatasan, khususnya anak-anak yang tetap berupaya mendapatkan pendidikan di Indonesia.
“Kami mendapat informasi ada anak-anak kita yang tinggal di perbatasan Malaysia di Sebatik, tetapi mereka bersekolah di Indonesia, mereka tidak mempunyai Pas Lintas Batas atau identitas karena orang tua mereka bekerja di wilayah Malaysia,” ujar Ruslaeni, Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak-anak tersebut merupakan warga Indonesia yang bersekolah di sekolah negeri di wilayah Indonesia.
“Kami kebetulan mempunyai kerja sama dengan Imigrasi terkait pengawasan warga kita yang ada di perbatasan, informasi ini kami tindak lanjuti bersama-sama. Intinya kami ingin hadir dan membantu anak-anak kita yang ada di perbatasan,” katanya.
Koordinasi tersebut kemudian membuahkan Solusi, Imigrasi Nunukan menyerahkan Pas Lintas Batas kepada para pelajar sebagai dokumen bagi masyarakat perbatasan.
Sebanyak 13 pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA menerima Pas Lintas Batas, termasuk sejumlah siswa SD Negeri 5 Sebatik Tengah.

Selain memastikan persoalan administrasi ditindaklanjuti, Kapolres Nunukan juga memberikan perhatian langsung kepada anak-anak tersebut dengan menyerahkan bantuan buku tulis.
Ruslaeni kemudian berbincang dengan para pelajar dan menanyakan cita-cita mereka.
Mateus dan Abdul Rahman yang duduk di kelas III dan VI SD menyampaikan keinginan untuk menjadi polisi, sedangkan Yohanes yang duduk di kelas V bercita-cita menjadi pengusaha.
Kapolres pun memberikan motivasi kepada para pelajar agar tetap rajin belajar dan tidak menjadikan kondisi perbatasan sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
“Rajin belajar, semangat bersekolah, kejar cita-cita kalian,” pesan Ruslaeni.
Bagi Polres Nunukan, temuan tersebut menunjukkan bahwa tugas kepolisian di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, kehadiran personel di lapangan juga menjadi pintu untuk melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan kemudian menghubungkannya dengan instansi terkait.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi Polres Nunukan dengan Imigrasi Nunukan dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi masyarakat di kawasan perbatasan. (*)








Discussion about this post