NUNUKAN — Hampir setengah tahun tak lagi rutin mengikat rumput laut, Septiani Putri justru berhasil melaju ke babak final Lomba Mabettang dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, Minggu (4/10/2026).
Bersama tim MBG Squad, warga Jalan Lingkar Sedadap itu kembali memegang tali, melawan rasa gugup, dan berharap keterampilan yang pernah menjadi bagian dari kesehariannya dapat membawa pulang kemenangan.
“Alhamdulillah, gemetar sih saat tanding, tapi alhamdulillah bisa masuk final. Semoga bisa jadi juara,” ujar Septiani, Minggu (04/10/2026).
Keikutsertaan tahun ini menjadi pengalaman kedua bagi Septiani, tahun sebelumnya ia juga pernah mengikuti lomba serupa, namun bersama tim berbeda dan belum berhasil meraih kemenangan.
Tahun ini, ia kembali mencoba peruntungannya bersama tim MBG Squad, tanpa persiapan khusus, empat anggota tim kembali memegang tali dan mengikat rumput laut pada hari perlombaan.
“Selama sama-sama kerja di SPPG MBG, kami sudah jarang Mabettang, jadi baru tadi betul-betul pegang tali lagi, memang gemetar semua,” ungkapnya.
Dalam perlombaan, peserta diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menyelesaikan satu bentangan rumput laut dengan panjang sekitar 15 depa atau kurang lebih 17 meter.
Bagi Septiani, waktu tersebut sebenarnya cukup, tetapi rasa gugup membuat tantangan terasa berbeda.
“Kalau durasi, alhamdulillah 10 menit lumayan cukup, cuma kadang kita sebagai petani agak grogi, jadi waktu yang cukup pun terasa tidak cukup, tapi alhamdulillah tadi saya tidak sampai habis waktunya,” katanya.
Bagi Septiani, Mabettang bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi cara untuk kembali memperkenalkan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus komoditas yang menjadi sumber penghasilan warga.
“Selain menghibur, ini juga memperkenalkan rumput laut, kKebetulan daerah kami memang pendapatannya dari rumput laut,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan Mabettang terus dilaksanakan dan semakin dikenal Masyarakat, di balik kemeriahan perlombaan, Septiani juga menitipkan harapan agar kondisi ekonomi petani rumput laut semakin baik.
“Semoga harga rumput laut bisa naik terus, jangan merosot, kasihan para petani,” harapnya.
Antusiasme peserta seperti yang dirasakan Septiani menjadi salah satu gambaran bahwa Mabettang mulai mendapat tempat di tengah masyarakat.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan, kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai event yang mengangkat aktivitas masyarakat pembudidaya rumput laut.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nunukan, Juned, mengatakan pelaksanaan tahun ini mendapat sambutan positif dari peserta, masyarakat hingga media.
“Ini adalah tahun kedua Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan Mabettang. Sambutan dan antusiasme peserta luar biasa. Ini perlu kita tingkatkan ke depan supaya kualitas event-nya juga semakin baik,” ujar Juned, Minggu (04/10/2026).
Menurutnya, Mabettang memiliki potensi besar untuk terus dilaksanakan karena merupakan aktivitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan perekonomian masyarakat pesisir.
“Karena aktivitas Mabettang ini menjadi salah satu aktivitas yang sangat potensial, apalagi posisi kita sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut, saya rasa ini event yang sangat menarik dan perlu terus dilaksanakan,” katanya.
Juned juga melihat keterlibatan perempuan dalam lomba menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut, dari 46 peserta yang hadir, sebanyak 34 di antaranya merupakan perempuan.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan eratnya Mabettang dengan kehidupan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang turut berperan dalam menopang ekonomi keluarga.
“Bagi kami, Mabettang sudah menjadi aktivitas yang cukup vital dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk ibu-ibu. Karena itu kita harus memberikan perhatian yang serius. Satu sisi lomba ini menghibur, tetapi di sisi lain juga menggerakkan ekonomi mereka,” jelasnya.
Pelaksanaan tahun kedua sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, seiring meningkatnya antusiasme, Juned menilai lokasi perlombaan ke depan perlu dipertimbangkan agar lebih luas dan mampu menampung peserta maupun masyarakat yang datang menyaksikan.
Selain lokasi, sejumlah fasilitas pendukung juga akan diperbaiki, seperti sound system, alat penghitung waktu atau timer, serta papan informasi perlombaan.
“Dengan antusiasme yang semakin besar, tempat yang digunakan saat ini masih kurang memadai. Ke depan mungkin menjadi pertimbangan agar lokasi lebih luas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, panitia mencatat 50 peserta mendaftar, sementara 46 peserta hadir dan mengikuti perlombaan, terdiri dari 12 peserta putra dan 34 peserta putri.
Juned berharap Mabettang tidak berhenti sebagai lomba untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi ruang untuk memperkenalkan rumput laut sekaligus mengangkat aktivitas dan potensi ekonomi masyarakat pembudidaya.
“Ini harus kita kemas lebih bagus ke depan,” pungkasnya.
Bagi Septiani, harapannya sederhana, ia ingin Mabettang tetap hidup sebagai bagian dari aktivitas masyarakat, rumput laut semakin dikenal, dan para petani mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik dari komoditas yang selama ini menjadi bagian penting dari keseharian mereka. (*)








Discussion about this post