SEBATIK – Pembangunan pengamanan pantai melalui infrastruktur pemecah gelombang atau breakwater di sejumlah kawasan pesisir Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Keberadaan infrastruktur tersebut dinilai membantu mengurangi tekanan gelombang yang langsung menuju garis pantai sekaligus mendukung upaya mengendalikan dampak abrasi di kawasan pesisir.
Kepala Desa Padaidi, Abigurdi, mengatakan masyarakat, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di sekitar garis pantai, mulai merasakan manfaat pembangunan pengamanan pantai tersebut.
“Masyarakat merasa terbantukan dengan adanya breakwater ini. Abrasi pantai agak berkurang karena sudah ada penahan gelombang,” ujar Abigurdi, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pengamanan pantai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir karena berkaitan dengan perlindungan kawasan permukiman maupun aktivitas warga yang berada di sekitar pantai.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Tanjung Karang, Faizal, S.IP. Ia menilai pembangunan pengamanan pantai memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir.
Menurut Faizal, perlindungan terhadap garis pantai tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat, termasuk nelayan dan kegiatan ekonomi yang bergantung pada kawasan laut.
“Harapan kami perhatian terhadap kawasan pesisir terus berlanjut sehingga pembangunan pengamanan pantai ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pembangunan pengamanan pantai di Pulau Sebatik menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir, sebagai wilayah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, kondisi pesisir Sebatik memiliki nilai strategis, baik dalam aspek perlindungan masyarakat maupun keberadaan wilayah Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pekerjaan pembangunan pengamanan pantai.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, ketentuan teknis dan target yang telah ditetapkan.
PPK Sungai dan Pantai SNPT PJSA Kalimantan V Provinsi Kalimantan Utara, Hengky Irawan Ahmad Yani, turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan di kawasan pesisir Sebatik.
Hengky mengatakan pemantauan dan evaluasi merupakan bagian dari pengendalian pekerjaan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
“Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan,” kata Hengky.
Ia menjelaskan, pembangunan pengamanan pantai di Pulau Sebatik merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir dalam menghadapi tekanan gelombang dan potensi abrasi.
“Pelaksanaan pekerjaan tetap menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi perlindungan kawasan pesisir Sebatik,” jelasnya.
Masyarakat berharap manfaat pembangunan tersebut dapat terus dipertahankan melalui pemeliharaan dan pengawasan secara berkala. Hal tersebut penting untuk memastikan fungsi pengamanan pantai tetap berjalan menghadapi dinamika gelombang dan perubahan kondisi pesisir.
Abigurdi juga berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga dan dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami infrastruktur yang sudah dibangun dapat terus dijaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bagi masyarakat Sebatik, keberadaan infrastruktur pengamanan pantai tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi dampak abrasi, tetapi juga mendukung perlindungan permukiman dan ruang aktivitas masyarakat pesisir.
Di sisi lain, sebagai bagian dari wilayah perbatasan Indonesia, penguatan infrastruktur pesisir turut mendukung keberadaan dan perlindungan kawasan terdepan Indonesia.
Dengan pembangunan pengamanan pantai yang terus diperkuat, masyarakat berharap perlindungan kawasan pesisir Sebatik dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan. (*)








Discussion about this post