Kamis, Oktober 8, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Daerah

Kelompok Pa’ Kidang Makmur Mantapkan Pengelolaan Wisata Buduk Udan

by Grande Media
02/10/2026
in Daerah, Ekonomi, Kalimantan Utara, Nunukan, Pariwisata
0
Kelompok Pa’ Kidang Makmur Mantapkan Pengelolaan Wisata Buduk Udan

Kelompok Pa’ Kidang Makmur di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan (Dok. TNKM)

Share on FacebookShare on Twitter

KRAYAN BARAT, – Kelompok Pa’ Kidang Makmur di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, terus memantapkan pengelolaan wisata alam Buduk Udan.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus meningkatkan kesiapan kelompok dalam menerima pengunjung.

Upaya tersebut diperkuat melalui pelatihan pemanduan wisata alam dan pengelolaan homestay yang difasilitasi Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) pada 15–16 Juli 2026.

Ketua Kelompok Tani Pa’ Kidang Makmur, Doni, mengatakan kelompoknya sebelumnya telah mulai menerima kunjungan ke Buduk Udan, kunjungan umumnya berlangsung satu hingga dua kali dalam sebulan dengan jumlah rata-rata sekitar 30 orang, yang sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.

“Biasanya satu kali, kadang dua kali dalam satu bulan kunjungan, kalau dihitung, sekitar 30 orang dalam satu bulan,” ujar Doni, Jumat (2/10/2026).

Meski telah mulai menerima pengunjung, pengelolaan wisata masih menghadapi sejumlah keterbatasan, salah satunya adalah kesiapan homestay yang belum sepenuhnya tersedia untuk menerima wisatawan.

Kondisi tersebut mendorong kelompok untuk meningkatkan kemampuan pengelola, terutama dalam memberikan pelayanan, memandu wisatawan dan menyiapkan kebutuhan pengunjung selama berada di destinasi.

“Tujuannya untuk meningkatkan SDM dan memenuhi unsur 4F. Dari seluruh materi, yang paling bermanfaat bagi kami adalah pelayanan prima,” kata Doni.

Melalui pelatihan tersebut, anggota kelompok mendapatkan pengetahuan mengenai kepemanduan wisata alam, komunikasi dengan wisatawan, pelayanan prima, pengelolaan homestay, pemasaran melalui media sosial serta penerapan prinsip konservasi dalam kegiatan wisata.

Pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi kepemanduan dan praktik di jalur Buduk Udan, bekal tersebut menjadi bagian dari proses kelompok untuk memperbaiki pengelolaan destinasi secara bertahap.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Utara, Ivan Kansil, yang menjadi salah satu narasumber, mengatakan pemandu memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisatawan selama berada di destinasi.

“Pemandu wisata harus mampu berkomunikasi dengan baik, memahami kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat pengunjung merasa nyaman selama berada di destinasi,” jelas Ivan.

Bagi Kelompok Pa’ Kidang Makmur, peningkatan kemampuan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan Buduk Udan tidak hanya dari sisi potensi alam, tetapi juga dari tata kelola dan pelayanan kepada pengunjung.

Doni mengatakan pelatihan membuat kelompok semakin bersemangat untuk memperbaiki pengelolaan wisata.

“Kelompok akan lebih semangat lagi dalam mengelola wisata Buduk Udan dan meningkatkan pengelolaannya agar lebih baik. Kami juga belajar cara memandu kunjungan dan cara menerima tamu di homestay,” ujarnya.

Buduk Udan memiliki panorama alam yang menjadi daya tarik utama. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan dan lautan awan, matahari terbit dan terbenam serta panorama desa-desa di sekitarnya.

Wisata alam Bukit Buduk Udan (Dok. TNKM)

Kawasan tersebut berada di Tang Paye dengan ketinggian sekitar 1.475 meter di atas permukaan laut, Buduk Udan juga menjadi salah satu akses menuju kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang serta memiliki jalur pemantauan Rafflesia pricei yang turut didukung melalui pendampingan Balai TNKM.

Potensi tersebut menjadi modal bagi Pa’ Kidang Makmur untuk mengembangkan wisata berbasis masyarakat secara bertahap.

Doni mengatakan kelompok ke depan ingin melengkapi pengalaman wisatawan melalui pengembangan unsur 4F, termasuk kuliner, oleh-oleh serta homestay atau penginapan.

“Ke depan kami ingin menerapkan unsur 4F, mulai dari kesenangan, kuliner, oleh-oleh sampai homestay atau penginapan,” tuturnya.

Saat ini, manfaat ekonomi dari kegiatan wisata tersebut belum banyak dirasakan masyarakat karena pengelolaannya masih berada pada tahap awal. Namun, kelompok berharap peningkatan kunjungan nantinya dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pa’ Kidang.

Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan Balai TN Kayan Mentarang, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan pengembangan wisata di kawasan penyangga perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pemahaman terhadap konservasi.

“Pengembangan wisata alam tidak hanya berbicara mengenai potensi destinasi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam mengelolanya, karena itu, peningkatan kapasitas kelompok menjadi bagian penting agar wisata dapat berkembang sekaligus tetap menjaga kelestarian alam,” ujar Hery, Jumat (2/10/2026).

Pendampingan terhadap Pa’ Kidang Makmur sebelumnya juga dilakukan melalui pelatihan kepemanduan, bantuan shelter dan papan informasi, serta pembentukan kelompok pemantau Rafflesia pricei di jalur Buduk Udan.

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., mengatakan penguatan kapasitas kelompok merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan wisata alam berbasis masyarakat.

“Pelatihan pemanduan dan pengelolaan homestay seperti ini penting agar Kelompok Pa’ Kidang Makmur semakin siap menyambut wisatawan secara profesional, sekaligus tetap menjaga kelestarian jalur Buduk Udan yang menjadi daya tarik utama desa ini,” ujar Seno, Jumat (2/10/2026).

Menurut Seno, kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan wisata di kawasan penyangga, pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya membuka peluang manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kelestarian kawasan.

Bagi Pa’ Kidang Makmur, pengembangan Buduk Udan kini memasuki tahap untuk terus ditata dan diperkuat, dengan peningkatan kapasitas pengelola, pengembangan fasilitas serta pendampingan yang berkelanjutan, kelompok berharap potensi Buduk Udan semakin dikenal dan kunjungan wisatawan dapat terus bertumbuh tanpa mengesampingkan kelestarian alam. (*)

Tags: BalaiTNKMBudukUdanDesaWisataEkowisataKalimantanUtarakaltara grande newsKonservasiAlamKrayanKrayanBaratKSDAEnunukanPaKidangMakmurPariwisataNunukanRafflesiaPriceiTamanNasionalKayanMentarangTNKMWisataAlamWisataBerbasisMasyarakatWisataBudukUdanWisataNunukan
Previous Post

Kunjungan Wisman ke Nunukan Naik 14,82 Persen

Next Post

Dari Kebersamaan untuk Kemajuan, Bupati Irwan Ajak Warga Rayakan 27 Tahun Nunukan

Berita Lainnya

30 Tahun TNKM Kekayaan Hayati Mulai Terpetakan
Daerah

30 Tahun TNKM Kekayaan Hayati Mulai Terpetakan

07/10/2026
SPBUN Tanjung Harapan Khusus Nelayan, Bukan untuk Umum
Daerah

SPBUN Tanjung Harapan Khusus Nelayan, Bukan untuk Umum

07/10/2026
Curiga Muatan Karung, Pamtas Tanjung Aru Bongkar 72 Koli Ballpress dari Tawau
Daerah

Curiga Muatan Karung, Pamtas Tanjung Aru Bongkar 72 Koli Ballpress dari Tawau

06/10/2026
Gempa M5,0 Guncang Sabah, Getarannya Terasa di Sebatik Nunukan
Daerah

Gempa M5,0 Guncang Sabah, Getarannya Terasa di Sebatik Nunukan

06/10/2026
Lewat Jalur Perbatasan, 142 Botol Miras dan 1.200 Kosmetik dari Malaysia Digagalkan Pamtas
Daerah

Lewat Jalur Perbatasan, 142 Botol Miras dan 1.200 Kosmetik dari Malaysia Digagalkan Pamtas

06/10/2026
Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Perbatasan Malinau dan Krayan Jadi Agenda Utama
Kalimantan Utara

Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Perbatasan Malinau dan Krayan Jadi Agenda Utama

06/10/2026
Next Post
Dari Kebersamaan untuk Kemajuan, Bupati Irwan Ajak Warga Rayakan 27 Tahun Nunukan

Dari Kebersamaan untuk Kemajuan, Bupati Irwan Ajak Warga Rayakan 27 Tahun Nunukan

Batik Bulungan Dibawa Rahmawati Zainal ke Panggung Kriyanusa 2026

Batik Bulungan Dibawa Rahmawati Zainal ke Panggung Kriyanusa 2026

Mengintai Semalaman, Pria Ini Bobol Rumah Warga dan Gondol Chainsaw

Mengintai Semalaman, Pria Ini Bobol Rumah Warga dan Gondol Chainsaw

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.