NUNUKAN – Komitmen memperjuangkan pendidikan yang inklusif terus dilakukan DPRD Kabupaten Nunukan. Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, menyoroti sejumlah kebutuhan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Nunukan setelah melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan yang berlangsung di SLB Negeri Nunukan, Jalan Gang Limau, Kelurahan Nunukan Selatan itu menjadi momentum bagi Andi untuk melihat lebih dekat kondisi pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Di sekolah tersebut, ia bertemu dengan 98 siswa yang terdiri dari 60 siswa tingkat SD, 29 siswa SMP, dan 10 siswa SMA. Para siswa tersebut didampingi 14 tenaga pendidik yang setiap hari memberikan pelayanan dan pendampingan dalam proses pembelajaran.
“Melihat langsung semangat anak-anak di SLB Negeri Nunukan serta dedikasi para tenaga pendidik menjadi pengalaman yang membuka mata saya. Mereka memiliki semangat belajar yang luar biasa dan membutuhkan perhatian bersama,” ujar Andi Fajrul Syam.
Meski memiliki semangat belajar yang tinggi, Andi menyebut masih terdapat sejumlah kendala yang perlu segera mendapat perhatian. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah tenaga pendidik.
Saat ini, SLB Negeri Nunukan masih membutuhkan tambahan 18 tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal. Kebutuhan tersebut dinilai penting karena karakteristik pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.
“Anak-anak istimewa ini membutuhkan perhatian khusus. Rasio ideal pembelajaran untuk SD sekitar satu guru lima siswa, sedangkan tingkat SMP dan SMA satu guru menangani sekitar delapan siswa,” jelasnya.
Selain tenaga pengajar, Andi juga menyoroti kondisi akses jalan menuju sekolah yang perlu dilakukan peningkatan. Menurutnya, akses yang aman dan nyaman sangat penting untuk mendukung mobilitas siswa, guru, maupun orang tua.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong adanya pekerjaan siring atau drainase serta penataan lingkungan sekolah agar kawasan SLB Negeri Nunukan menjadi lebih nyaman dan representatif.
“Kita juga melihat perlunya perbaikan lingkungan sekolah, termasuk pekerjaan drainase dan pembangunan tiga dudukan profil air untuk mendukung kebutuhan fasilitas sekolah,” katanya.
Andi berharap persoalan yang ada dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan fasilitas yang layak.
“Jangan melihat keterbatasannya, tetapi lihat potensi dan semangat mereka. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan ruang belajar yang nyaman serta pendampingan terbaik,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap SLB bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan mampu mendukung perkembangan setiap anak.
“Kita ingin anak-anak hebat di Nunukan tumbuh dengan percaya diri dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” pungkas Andi. (*)








Discussion about this post