TARAKAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu capaian positif Polda Kalimantan Utara yang mendapat perhatian dalam Audit Kinerja Itwasum Polri Wilayah II Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri yang digelar di Mako Brimob Tarakan, Senin (14/9/2026).
Audit yang berlangsung pada 7–14 September 2026 itu mencakup aspek pelaksanaan dan pengendalian serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT), khususnya terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU).
Taklimat akhir dihadiri Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri Brigjen Pol. Eko Trisnanto, S.H., bersama tim audit Itwasum Polri, Irwasda, pejabat utama Polda Kaltara serta para Kapolres/Ta jajaran.
Dalam paparannya, Brigjen Pol. Eko Trisnanto menyampaikan hasil audit sekaligus sejumlah rekomendasi yang menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi Polda Kaltara.
Di antara hasil yang mendapat catatan positif adalah penanganan Karhutla. Tim audit menilai upaya penanganan Karhutla selama 2026 berjalan baik dan efektif.
Penilaian tersebut didukung sejumlah indikator, mulai dari deteksi dini, langkah preventif, respons cepat, monitoring dan evaluasi hingga sinergi dengan berbagai pihak.
Sepanjang pelaksanaan pencegahan dan penanganan Karhutla, tercatat 374 kegiatan telah dilakukan. Kegiatan itu meliputi edukasi masyarakat, pemasangan spanduk dan rambu, apel kesiapsiagaan, rapat koordinasi, patroli serta pemadaman.
Dampaknya terlihat dari penurunan luas lahan yang terbakar. Jika pada 2025 tercatat mencapai 874,4 hektare, angka tersebut turun menjadi 152,6 hektare pada 2026.
Artinya, terjadi penurunan luas lahan terbakar sebesar 82,56 persen.
Capaian tersebut menunjukkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga diperkuat melalui langkah antisipasi dan deteksi dini.
Selain Karhutla, tim audit juga mencatat keberhasilan Direktorat Polairud Polda Kaltara dalam pengungkapan kasus narkotika di wilayah Tarakan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sekitar 3 kilogram sabu-sabu.
Sementara dari aspek pembinaan personel, sebanyak delapan personel Polda Kaltara tercatat berhasil meraih prestasi dalam ajang Kapolri Cup 2026 dan Kejuaraan Nasional.
Prestasi tersebut berasal dari cabang olahraga taekwondo, karate dan pencak silat.
Setelah paparan hasil audit, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PHA serta penyerahan PHA dan tabulasi hasil pemeriksaan dari Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri kepada Wakapolda Kaltara.
Hasil audit tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi Polda Kaltara dan jajaran untuk memperkuat tata kelola, pengawasan serta akuntabilitas organisasi.
Berbagai rekomendasi yang diberikan tim audit akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan tugas dan meningkatkan efektivitas program kepolisian.
Polda Kaltara juga diharapkan mampu mempertahankan capaian positif yang telah diraih sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek yang masih memerlukan penguatan.
Taklimat akhir ini menjadi momentum evaluasi bagi jajaran Polda Kaltara untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan Utara.








Discussion about this post