SEBATIK – Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik tak hanya menjadi ruang bagi aparat menjaga kedaulatan negara.
Di kawasan ini, semangat olahraga dan kecintaan terhadap alam juga tumbuh melalui kegiatan Trail Run Perbatasan yang digelar di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (26/09/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi Pos Tanjung Aru SSK 1 Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad bersama PPAS (Pemuda Pecinta Alam Sebatik).
Sebanyak 145 peserta ambil bagian dalam event lari lintas alam yang mengambil jalur di kawasan perbatasan Pulau Sebatik.
Danpos Tanjung Aru, Letda Kav Ibra Rizky Ababil, S.Tr.(Han), mengatakan keterlibatan personelnya tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga mendukung kegiatan positif masyarakat di wilayah perbatasan.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama membangun kebersamaan dengan masyarakat dan komunitas yang ada di wilayah perbatasan,” ujar Ibra,Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sisi lain kawasan perbatasan Sebatik yang memiliki potensi alam dan dapat dikembangkan sebagai lokasi kegiatan olahraga maupun wisata.
“Kawasan perbatasan memiliki potensi alam yang sangat menarik, melalui kegiatan trail run ini, masyarakat dari luar juga bisa melihat bahwa perbatasan bukan hanya tentang garis batas negara, tetapi juga memiliki potensi olahraga dan wisata alam,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak delapan personel Pos Tanjung Aru terlibat langsung di bawah pimpinan Danpos Tanjung Aru, personel bersama panitia PPAS melakukan pengamanan dan pengaturan jalur sepanjang kegiatan berlangsung.
Pengamanan menjadi bagian penting mengingat rute trail run berada di kawasan perbatasan, personel memastikan para peserta tetap berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama mengikuti perlombaan.
“Kami bersama panitia melakukan pengamanan dan pengaturan jalur agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman, sekaligus memastikan rute yang dilalui tetap berada di wilayah NKRI,” jelas Ibra.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 Wita dengan titik kegiatan berada di kawasan Kantor Kecamatan Sebatik Utara hingga Lapangan Sungai Limau.
Bagi para peserta, jalur lintas alam tersebut bukan sekadar arena untuk mengejar waktu tempuh.
Mereka juga diajak menikmati karakter alam Pulau Sebatik sekaligus merasakan suasana olahraga di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Kolaborasi antara prajurit, komunitas pecinta alam, pemerintah kecamatan dan masyarakat pun menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan.
Ibra berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak kegiatan positif yang hadir di kawasan perbatasan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang datang menikmati alam Sebatik, tentunya dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban serta aturan yang berlaku di kawasan perbatasan,” pungkasnya.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar, sinergi antara Pos Tanjung Aru, PPAS, pemerintah kecamatan dan masyarakat menjadi salah satu kunci kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Trail Run Perbatasan pun menjadi gambaran bahwa menjaga perbatasan tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan keamanan.
Di tengah alam Sebatik, olahraga dan kebersamaan juga dapat menjadi cara untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan para penjaga tapal batas. (*)








Discussion about this post