NUNUKAN – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kamis (25/6) sekitar pukul 11.43 Wita. Bencana tersebut mengakibatkan enam rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap bangunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan bergerak cepat melakukan penanganan dengan menurunkan personel ke lokasi untuk mengevakuasi serta membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat terjangan angin.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Polsek KP3 Kawasan Pelabuhan, para pemilik rumah, pelaku usaha, hingga pengelola restoran yang terdampak. Demi alasan keselamatan, pemilik restoran diminta menghentikan sementara aktivitas usahanya hingga proses pembersihan selesai.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menjadi penyebab kerusakan sejumlah bangunan di kawasan tersebut.
“Dari hasil pendataan, beberapa rumah tinggal dan tempat usaha mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Tidak ada kendala berarti dalam proses penanganan di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/6).
Adapun bangunan yang terdampak meliputi Restoran Nalabasta milik Winardi, gudang rumput laut milik Falah, warung milik La Fandi, rumah sekaligus tempat usaha milik Puang Amin, kios telepon seluler milik Baharuddin, serta rumah tinggal milik Lambele.
Selain kerusakan bangunan, gudang milik Falah juga mengalami kerugian karena rumput laut yang disimpan ikut rusak setelah terendam air hujan.
Hasanuddin menuturkan, perhatian khusus diberikan kepada korban bernama Lambele yang baru saja pulang dari rumah sakit. Kondisi tersebut membuat korban membutuhkan bantuan kebutuhan dasar dan logistik selama proses pemulihan pascabencana.
BPBD memastikan proses penanganan darurat berjalan lancar dan terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kesempatan ini BPBD juga mengimbau kepada masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir maupun kawasan pantai, agar selalu waspada terhadap ancaman angin kencang dan puting beliung. Pastikan kondisi rumah cukup kokoh untuk mengurangi risiko kerusakan,” kata Hasanuddin.
Kembali ia juga meminta perhatian kepada warga, segera melaporkan apabila terjadi bencana yang berdampak terhadap rumah maupun lingkungan sekitar melalui layanan darurat 112 atau Call Center BPBD Kabupaten Nunukan di nomor 0811-5379-995 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
BPBD berharap meningkatnya kewaspadaan masyarakat dapat meminimalkan risiko kerugian maupun korban apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan.(*)








Discussion about this post