MALINAU – Persaingan generasi muda di masa depan tidak lagi terbatas pada lingkungan sekolah maupun daerah. Perkembangan teknologi digital membuat persaingan semakin terbuka, sehingga generasi muda Malinau dituntut memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mampu mengikuti perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., saat membuka Pijar Tech Goes to School di Aula SMA Negeri 1 Malinau, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang merupakan program CSR kolaborasi PT Pijar Teknologi Mediatama dan PT Kayan Hydropower Nusantara Tahun 2026 itu mengangkat tagline “Berbagi Pengetahuan, Menyalakan Masa Depan” dengan tema “Smart Generation for a Digital Future”.
Wempi mengatakan perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Setiap hari muncul inovasi baru, sementara teknologi yang sudah ada pun terus berkembang dan menghadirkan berbagai perubahan dalam kehidupan.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus disikapi generasi muda dengan kemauan untuk terus belajar. Kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi perlu dibangun sejak bangku sekolah agar para pelajar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu melihat teknologi sebagai peluang.
Di hadapan para siswa, Wempi mengingatkan bahwa kompetisi yang akan mereka hadapi kelak semakin luas.
“Kalian tidak hanya akan berkompetisi dengan teman-teman yang ada di samping kalian hari ini, tetapi juga akan berkompetisi dengan orang-orang dari luar yang datang membawa keterampilan dan pengetahuan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong para pelajar mulai membangun pola pikir maju serta meningkatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Penguasaan teknologi digital dinilai dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan hingga menghasilkan inovasi baru.
Kegiatan Pijar Tech Goes to School menghadirkan dua narasumber dari bidang teknologi, yakni M. Nanda Utama, S.T., M.Kom., Software Engineer Pijar Tech sekaligus Dosen Universitas Pertiba, serta Beny Firman, S.T., M.Eng., IoT & Robotic Specialist Pijar Tech sekaligus Dosen AKPRIND Indonesia.
Bupati berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan keberanian para pelajar untuk mempelajari teknologi lebih jauh.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Malinau Ny. Maylenty Wempi, S.E. Kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha melalui program tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi muda Malinau yang adaptif, kreatif dan memiliki daya saing.
Bagi Malinau, penguasaan teknologi bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana generasi mudanya mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan peluang dan ikut menentukan masa depan daerah.








Discussion about this post