TARAKAN – Kegiatan Halal Bihalal Akbar yang digelar di Halaman Masjid Nurul Falah, Intraca Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Ahad (5/4/2026) malam, berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Ratusan warga dari berbagai RT di wilayah tersebut hadir memadati lokasi acara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Takmir Masjid Nurul Falah dan Masjid Darul Hikmah ini turut dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Di antaranya hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan sekaligus Ketua PCNU Kota Tarakan, Drs. KH. Abdul Samad LC., M.Pd., unsur Forkopimcam Tarakan Utara, Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H., beserta jajaran, perwakilan TNI-Polri, Lurah Juata Permai, para Ketua RT, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama lainnya.
Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah KH. M. Abdul Muttholib, yang dikenal sebagai Kiai Kera Sakti dari Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi, khususnya di momentum bulan Syawal.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar sesama. Ini adalah kesempatan untuk saling memaafkan dengan tulus,” ujarnya.
Khairul juga mengingatkan bahwa makna Idulfitri tidak hanya berhenti pada perayaan, tetapi harus tercermin dalam sikap sehari-hari, terutama dalam mengendalikan emosi dan memaafkan orang lain.
“Salah satu ciri orang bertakwa adalah mampu menahan amarah dan memaafkan. Kalau kita masih menyimpan rasa marah, berarti kita perlu terus belajar memperbaiki diri,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan terus mendukung pembangunan Kota Tarakan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat selama ini. Jika dalam perjalanan masih ada kekurangan dari pemerintah, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mulkan Ahda, mengatakan bahwa kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk kembali mempererat ukhuwah setelah sempat tidak dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk merajut kembali silaturahmi antarwarga. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Dalam tausiyahnya, KH. M. Abdul Muttholib menekankan bahwa ajaran Islam bersumber dari wahyu Allah SWT yang tidak dapat diragukan kebenarannya.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus kita pegang. Dengan menjalankan ajaran agama, insyaAllah kehidupan kita akan lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan keberkahan dan kedamaian senantiasa menyertai masyarakat Juata Permai serta Kota Tarakan secara keseluruhan.(*ma)











Discussion about this post