Selasa, September 1, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga BBM Malaysia Melonjak, Warga Sebatik Harapkan Ketersdian BBM Subsidi Indonesia

by Grande Media
03/04/2026
in Ekonomi, Kalimantan Utara, Nunukan
0
Harga BBM Malaysia Melonjak, Warga Sebatik Harapkan Ketersdian BBM Subsidi Indonesia

Di Tengah BBM Malaysia Naik, SPBU di Sebatik Justru Tutup. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SEBATIK – Warga di wilayah perbatasan Pulau Sebatik kini harus beradaptasi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) asal Malaysia yang selama ini menjadi andalan. Di tengah kondisi pasokan BBM bersubsidi dalam negeri yang terbatas, masyarakat hanya bisa bertahan dengan pilihan yang ada.

Saharuddin, salah satu warga Sebatik, menggambarkan kondisi tersebut dengan sederhana namun penuh makna. Baginya, yang terpenting saat ini bukan lagi soal murah atau mahal, melainkan ketersediaan.

“Aman saja, yang penting ada barangnya,” ujarnya sambil tersenyum, Jumat (3/4/2026).

Namun di balik candaan itu, tersimpan realita yang tidak mudah. Harga BBM bensin Malaysia yang biasanya lebih terjangkau kini melonjak dua kali lipat hingga Rp22 ribu per botol, bahkan sempat menyentuh Rp25 ribu di tingkat pengecer.

“Sekarang sudah rata-rata Rp22 ribu, kemarin ada yang jual sampai Rp25 ribu,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat warga kembali melirik BBM bersubsidi Indonesia, seperti Pertalite yang harganya Rp10.000 per liter. Sayangnya, harapan itu belum sepenuhnya terjawab. Dalam sepekan terakhir, sejumlah SPBU, APMS, hingga Pertashop di Sebatik justru mengalami kekosongan stok dan terpaksa tutup sementara.

“BBM Indonesia memang lagi kurang. SPBU dan APMS sempat tutup karena habis. Jadi mau tidak mau, tetap beli BBM Malaysia,” katanya.

Bagi warga seperti Saharuddin, BBM bukan sekadar kebutuhan, tetapi penopang aktivitas sehari-hari. Dari bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mencari nafkah, semua bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

“Terpaksa beli, daripada tidak bisa jalan,” ucapnya.

Penjual BBM Eceran asal Malaysia di pinggiran jalan Sebatik.

Sebagai masyarakat Saharuddin berharap APMS di Sebatik bisa mendapatkan penambahan kuota BBM dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Harapannya sederhana, agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan ketergantungan terhadap BBM dari luar negeri bisa berkurang.

Bagi warga perbatasan, persoalan BBM bukan hanya tentang harga yang naik atau turun. Lebih dari itu, ini adalah soal bagaimana mereka tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari di tengah keterbatasan akses dan pilihan. Mereka tidak banyak menuntut, hanya berharap pasokan tersedia dan harga kembali bersahabat. (*ma)

Tags: APMSBBM Malaysiaharga BBMkaltara grandekelangkaan BBMnunukanPertashopsebatikSPBU
Previous Post

Nunukan Catat Inflasi 1,96 Persen, Paling Stabil di Kaltara

Next Post

Pertamina Bahas Tambahan Kuota BBM Subsidi Nunukan, Kenaikan Harga Bensin Malaysia Picu Lonjakan Permintaan

Berita Lainnya

Visibilitas Turun akibat Asap Karhutla, Penerbangan di Malinau Terganggu
Kalimantan Utara

Visibilitas Turun akibat Asap Karhutla, Penerbangan di Malinau Terganggu

01/09/2026
Kualitas Udara Malinau Memburuk, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Kalimantan Utara

Kualitas Udara Malinau Memburuk, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

01/09/2026
Jarak Pandang Turun 500 Meter, Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan Terganggu
Kalimantan Utara

Jarak Pandang Turun 500 Meter, Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan Terganggu

31/08/2026
Kabut Asap Jadi Perhatian, Pemkab Nunukan Terapkan BDR untuk Lindungi Pelajar
Daerah

Kabut Asap Jadi Perhatian, Pemkab Nunukan Terapkan BDR untuk Lindungi Pelajar

30/08/2026
DPRD Kaltara Dorong Wastra Benuanta Naik Kelas ke Pasar Lebih Luas
DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Dorong Wastra Benuanta Naik Kelas ke Pasar Lebih Luas

30/08/2026
Jalan Sehat Perkuat Kebersamaan, Zainal Ingatkan Masyarakat Jaga Kerukunan
Kalimantan Utara

Jalan Sehat Perkuat Kebersamaan, Zainal Ingatkan Masyarakat Jaga Kerukunan

30/08/2026
Next Post
Pertamina Bahas Tambahan Kuota BBM Subsidi Nunukan, Kenaikan Harga Bensin Malaysia Picu Lonjakan Permintaan

Pertamina Bahas Tambahan Kuota BBM Subsidi Nunukan, Kenaikan Harga Bensin Malaysia Picu Lonjakan Permintaan

Tiga Peacekeepers Gugur di Lebanon, RI Percepat Proses Pemulangan Jenazah

Tiga Peacekeepers Gugur di Lebanon, RI Percepat Proses Pemulangan Jenazah

Gubernur Kaltara Dorong Peradi SAI Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah

Gubernur Kaltara Dorong Peradi SAI Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.