Jumat, Agustus 21, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Nunukan

Kalapas Sampaikan Klarifikasi,  WBP Meninggal Bukan Karena Dianiaya Tapi Karena Penyakit Ginjal

by Grande Media
25/06/2023
in Nunukan
0
Kalapas Sampaikan Klarifikasi,  WBP Meninggal Bukan Karena Dianiaya Tapi Karena Penyakit Ginjal

Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa

Share on FacebookShare on Twitter

NUNUKAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nunukan, I Wayan Nurasta wibawa memberikan tanggapannya terkait meninggalnya salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan, Sabtu (24/6/2023) lalu.

”Kami  Mengucapkan belasungkawa bagi WBP Lapas Nunukan yang dinyatakan meninggal dunia setelah melakukan perawatan lebih kurang 4 hari di RSUD Kabupaten Nunukan.” Ucap Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu, (25/6/2023).

I Wayan, menuturkan WBP yang meninggal dunia tersebut Bernama Syamsuddin yang ditahan di Lapas Nunukan sejak bulan September 2020 lalu tersebut meninggal dunia karena penyakit  gagal ginjal saat menjalani perawatan di RSUD Nunukan dan bukan karena dianiaya.

“Awalnya pada hari Rabu (21/6/2023), yang bersangkutan mengeluhkan sakit dengan keluhan sesak nafas, kemudian dari pihak klinik kami mengatakan bahwa ini harus dirujuk ke Puskesmas, kami setujui untuk segera merujuk ke Puskesmas, kemudian pihak puskesmas merujuk Kembali ke RSUD dan diberikan perawatan disana dari hari Rabu (21/6/2023) hingga Sabtu (24/6/2023).” Terangnya.

Menurut keterangan pihak dokter yang menangani saat itu, kata I wayan, pasien tersebut harus melakukan cuci darah. Namun pada saat itu belum ada persetujuan dari pihak keluarga, sehingga tindakan cuci darah tersebut menunggu pihak keluarga..

Almarhum Saat Dirujuk ke RSUD Nunukan

Sementara itu senada dengan kalapas,  Kasi Binadik dan Giatja, Alipul Human lebih jauh menjelaskan, bahwa dalam pemeriksaan USG pihak rumah sakit kepada almarhum  ditemukan adanya CDK stadium 4 masih diambang 200 dihari pertama.

“Dari hasil itu maka harus menjalani cuci darah, namun pihak keluarga tidak berkenan untuk melaksanakan cuci darah dengan ditandatangani salah satu perwakilan pihak keluarga, karena menurut mereka yang berhak bertanda tangan adalah istri almarhum,”Ujar Human.

“Saat hari ketiga perawatan di RSUD N Nunukan,  almarhum semakin kritis  yang akhirnya Persetujuan oleh pihak keluarga baru diputuskan, dan  sore hari sekitar pukul 18.00 Wita ditandatangani, setelah dijadwalkan keesokan harinya untuk dilakukan tindakan cuci darah kondisinya sudah ngedrop dan tidak lama kemudian dikabarkan meninggal dunia. Dari surat kematian yang kita dapatkan penyebab kematian adalah karena penyakit CKD atau Gagal Ginjal itu.” Imbuh Human.

Dan menyikapi Terkait dengan adanya laporan pihak keluarga  ada dugaan penganiayaan yang menyebabkan Warga Binaan meninggal dunia kepada pihak Kepolisian, Kalapas Nunukan menyebut hal itu adalah hak pihak Keluarga,  yang masih ingin lebih memastikan sebab musabab dari kematian almarhum, dengan melakukan otopsi dan lain-lainnya.

“Kami menghargai upaya dari pihak keluarga, silahkan saja kami juga siap melayani itu, sehingga pihak keluarga juga merasa lega, mengetahui penyebab kematiannya. Ketika hasilnya kita tau dan jelas sehingga tidak ada lagi prasangka-prasangka dan lain-lainnya tentang penyebab dari kematian almarhum,” ujar Kalapas

Menurut, I wayan Komunikasi terakhir dari pihak Lapas kepada pihak keluarga, selain menyampaikan  turut berbelasungkawa, pihak Lapas Nunukan juga membantu pihak keluarga mengurus perjalanan kepulangan keluarga dan jenazah ke Sulawesi.

Kalapas Nunukan menegaskan terkait hal tersebut pihaknya juga melakukan koreksi-koreksi ke dalam, bahkan akan melakukan Tindakan tegas terhadap pegawai Lapas apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan.

”kami ini bertugas ada aturannya, jika memang nanti ada hal-hal yang tidak sesuai dilakukan, saya sebagai pimpinan akan mengambil tindakan tegas. Hal itu juga sudah sering saya sampaikan untuk semua pegawai dan petugas untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu, selama ini yang kami lihat lapas ini kondusif saja, jika ada buktinya nanti tentunya sesuai dengan aturan,”pungkasnya.(DV)

Tags: kalapas nunukanKalapas Sampaikan Klarifikasilapas nunukanrsud nunukanWBP Meninggal Bukan Karena Dianiaya Tapi Karena Penyakit Ginjal
Previous Post

Kembali Torehkan Prestasi, Bubernur Kaltara Raih Dua Penghargaan

Next Post

Wagub Minta Perusahaan Terlibat dalam Penanganan Stunting Bersama Pemerintah

Berita Lainnya

Kurang dari Dua Jam, Mahasiswa Nunukan Galang Rp13,7 Juta untuk Korban Gempa Flores
Daerah

Kurang dari Dua Jam, Mahasiswa Nunukan Galang Rp13,7 Juta untuk Korban Gempa Flores

21/08/2026
Dari Lutung Banggat hingga Rafflesia Pricei, Kekayaan Endemik di Hutan TNKM Wilayah Long Bawan
Daerah

Dari Lutung Banggat hingga Rafflesia Pricei, Kekayaan Endemik di Hutan TNKM Wilayah Long Bawan

20/08/2026
Lahir 17 Agustus, Jamani Tak Pernah Absen Menyaksikan Upacara Kemerdekaan
Daerah

Lahir 17 Agustus, Jamani Tak Pernah Absen Menyaksikan Upacara Kemerdekaan

18/08/2026
Pesan HUT ke-81 RI dari Perbatasan, Ruman Tumbo: Indonesia Harus Lebih Baik
DPRD Kaltara

Pesan HUT ke-81 RI dari Perbatasan, Ruman Tumbo: Indonesia Harus Lebih Baik

17/08/2026
Sampaikan Aspirasi, Warga Adat Dayak Lundayeh Kibarkan Bendera Dayak Borneo di Jalan Rusak Krayan
Kalimantan Utara

Sampaikan Aspirasi, Warga Adat Dayak Lundayeh Kibarkan Bendera Dayak Borneo di Jalan Rusak Krayan

17/08/2026
Upacara HUT ke-81 RI di Krayan, Pemerintah Salurkan Bantuan untuk Warga
Kalimantan Utara

Upacara HUT ke-81 RI di Krayan, Pemerintah Salurkan Bantuan untuk Warga

17/08/2026
Next Post
Wagub Minta Perusahaan Terlibat dalam Penanganan Stunting Bersama Pemerintah

Wagub Minta Perusahaan Terlibat dalam Penanganan Stunting Bersama Pemerintah

Final Pertandingan Bola Volly Kapolda Cup Tahun 2023 Berlangsung Seru

Final Pertandingan Bola Volly Kapolda Cup Tahun 2023 Berlangsung Seru

Strong Point Pagi Wujud Nyata Polri Dalam Pelayanan Bagi Pengguna Jalan

Strong Point Pagi Wujud Nyata Polri Dalam Pelayanan Bagi Pengguna Jalan

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.