TANJUNG SELOR — Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Agus Wijayanto memastikan jajarannya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.
Meski jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau saat ini relatif sedikit, yakni tiga titik, kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi kepolisian untuk mengurangi langkah pencegahan.
Agus mengatakan, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan mengoptimalkan patroli, edukasi kepada masyarakat hingga kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan.
“Kita tidak boleh lengah. Walaupun hotspot yang terpantau relatif sedikit, pencegahan dan kesiapsiagaan tetap harus kita tingkatkan,” ujar Agus.
Personel Polda Kaltara dan jajaran secara rutin diterjunkan untuk melakukan patroli di wilayah yang berpotensi terjadi karhutla. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain patroli, kepolisian mengerahkan kendaraan water cannon untuk melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Penyiraman dilakukan sebagai langkah membantu mengurangi debu yang muncul akibat kondisi jalan yang kering, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat di tengah cuaca panas.
Kapolda juga mengecek langsung kesiapan personel sebelum menjalankan tugas di lapangan. Pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin dan masker hingga pengecekan kendaraan dinas dilakukan untuk memastikan seluruh anggota berada dalam kondisi siap melaksanakan tugas.
Menurut Agus, kondisi personel menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi di lapangan, terutama ketika patroli harus dilakukan dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
Di sisi pelayanan masyarakat, Polda Kaltara juga mengoptimalkan Layanan Polisi 110. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut ketika membutuhkan bantuan maupun kehadiran kepolisian.
Layanan 110 tidak hanya digunakan untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan bantuan yang memerlukan respons kepolisian.
Salah satu bentuk pelayanan diwujudkan melalui respons personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara terhadap permohonan pelayanan kesehatan masyarakat yang disampaikan melalui layanan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menggunakan layanan 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Laporan yang masuk akan diteruskan kepada personel sesuai dengan kebutuhan pelayanan di lapangan,” kata Agus.
Kapolda menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, masyarakat juga diminta ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
“Polri akan terus hadir untuk memberikan perlindungan, rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat. Pencegahan karhutla ini menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.








Discussion about this post