TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam merespons kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan berinisial MA (21) di Kota Makassar.
Pernyataan tersebut disampaikan Achmad Djufrie di sela menghadiri peresmian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswi asal Kaltara tersebut karena dinilai meninggalkan trauma berat bagi korban.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian mahasiswa kita yang disekap di Makassar itu. Itu adalah satu perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum, karena berdampak trauma yang begitu berat terhadap anak yang bersangkutan,” ujar Achmad Djufrie.
Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Utara yang dinilai cepat memberikan perhatian terhadap korban serta melakukan koordinasi dengan aparat keamanan di Sulawesi Selatan.
“Kami dari Lembaga DPRD Provinsi Kalimantan Utara mengapresiasi tindakan yang dilakukan Pak Gubernur yang sudah melihat langsung anak didik kita yang ada di Makassar,” katanya.
Menurutnya, langkah koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum menjadi bentuk keseriusan dalam mengawal penanganan kasus tersebut agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Pemerintah daerah juga sudah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan Kapolda Sulawesi Selatan untuk meminta kasus ini ditangani serius serta pelakunya diberikan hukuman berat,” tegasnya.
Achmad Djufrie juga mendesak pihak kepolisian, khususnya jajaran Polda Sulawesi Selatan, agar bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan seksual karena berdampak panjang terhadap kondisi psikologis korban.
“Kami juga mendesak pihak keamanan, khususnya Polda Sulsel, untuk bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku kejahatan, apalagi pelaku kejahatan seksual yang bisa membuat trauma berkelanjutan terhadap korban,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia turut mengingatkan para pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan Utara yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah agar terus menjaga komunikasi, memperkuat solidaritas, dan saling peduli satu sama lain.
“Kami berharap mahasiswa kita di Makassar maupun daerah lain selalu menjaga hubungan dan komunikasi yang baik serta memperkuat rasa solidaritas. Sehingga bila ada permasalahan, informasinya cepat diterima dan bisa segera ditangani bersama maupun dikomunikasikan kepada pemerintah daerah dan aparat terkait,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post