Minggu, November 1, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara

Libatkan Masyarakat, Forest Programme VI Perkuat Perencanaan Tata Guna Lahan di Kaltara

by Grande Media
30/07/2026
in Kalimantan Utara
0
Libatkan Masyarakat, Forest Programme VI Perkuat Perencanaan Tata Guna Lahan di Kaltara

Forest Programme VI Libatkan Masyarakat dalam Perencanaan Tata Guna Lahan

Share on FacebookShare on Twitter

TANA TIDUNG – Perencanaan tata guna lahan di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong agar semakin melibatkan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Forest Programme (FP) VI melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kehutanan dan pemerintah desa.

Langkah itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Participatory Land-Use Planning (PLUP) yang digelar UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tana Tidung di White Guest House Tana Tidung, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti personel KPH, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat yang akan terlibat dalam proses penyusunan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif di wilayah masing-masing.

District Facilitator Kaltim-Tara, Implementing Consultant (IC) Team FP VI, Wahyudi Iman Satria, mengatakan bimtek menjadi tahap penting untuk membekali peserta sebelum melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.

“Melalui bimtek ini, peserta sudah memiliki bekal dasar. Saat di lapangan nanti mereka tinggal memverifikasi dan melengkapi data yang sudah disusun sebelumnya,” katanya.

Ia menyebutkan, tersedianya sebagian data awal menjadi keuntungan tersendiri sehingga tahapan kerja di lapangan dapat dilakukan secara lebih efektif. Data tersebut nantinya akan dipadukan dengan temuan lapangan untuk menghasilkan gambaran wilayah yang lebih akurat.

Wahyudi berharap proses PLUP dapat menghasilkan dokumen dan peta yang tidak hanya menggambarkan kondisi wilayah, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi FP VI di desa-desa sasaran.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena mereka memahami kondisi wilayah, potensi, serta berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung.

Sementara itu, Expert PLUP/GIS dari Implementing Consultant Team FP VI, Dr. Rina Purwaningsih, M.Sc., mengatakan peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan.

“Mereka mengikuti materi dengan baik, memahami konsep pemetaan partisipatif, dan mampu mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya.

Rina menjelaskan, perencanaan yang melibatkan masyarakat memungkinkan setiap persoalan dibahas berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Masyarakat juga memiliki ruang lebih besar untuk menyampaikan kebutuhan dan menentukan solusi yang dianggap paling sesuai.

“Yang paling penting, solusi itu lahir dari masyarakat sendiri. Kami hanya mendampingi agar prosesnya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia memastikan pendampingan akan terus dilakukan oleh tim Implementing Consultant FP VI selama tahapan PLUP berlangsung. Peserta juga dapat berkonsultasi secara langsung maupun melalui pertemuan daring apabila menemukan kendala di lapangan.

“Kami tetap terbuka untuk berdiskusi dan memberikan pendampingan, baik secara langsung maupun melalui pertemuan daring, agar pelaksanaan PLUP berjalan sesuai tujuan,” pungkasnya.

Melalui pendekatan tersebut, FP VI diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis aparat kehutanan, tetapi juga memperkuat peran pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan arah pemanfaatan ruang dan pengelolaan wilayah secara lebih partisipatif.

Tags: Forest Programme VIFP VIGISkaltarakaltara grandeKehutananKPH Tana Tidungpemetaan partisipatifPLUPSDM kehutananTana Tidungtata guna lahan
Previous Post

BMKG: Cuaca Kalimantan Utara Didominasi Cerah, Bulungan Perlu Waspadai Potensi Hujan Lebat

Next Post

Dari Posyandu Teratai Putih, Kaltara Perkuat Benteng Pencegahan Stunting

Berita Lainnya

Kaltara Dapat 3.091 Unit Bedah Rumah, Gubernur Dorong Sertifikat Gratis untuk Warga Perbatasan
Kalimantan Utara

Kaltara Dapat 3.091 Unit Bedah Rumah, Gubernur Dorong Sertifikat Gratis untuk Warga Perbatasan

01/11/2026
Polda Kaltara Ungkap 35 Kasus Curanmor, Kapolda Bentuk Tim PAGAR Siaga 24 Jam
Kalimantan Utara

Polda Kaltara Ungkap 35 Kasus Curanmor, Kapolda Bentuk Tim PAGAR Siaga 24 Jam

01/11/2026
Dari Ponpes Hidayatullah, Kapolda Kaltara Serukan Santri Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba
Kalimantan Utara

Dari Ponpes Hidayatullah, Kapolda Kaltara Serukan Santri Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba

31/10/2026
Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan
Ekonomi

Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan

30/10/2026
Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan
Kalimantan Utara

Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan

30/10/2026
Tak Sekadar Bangunan, Wempi Mawa Resmikan Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Iman
Kalimantan Utara

Tak Sekadar Bangunan, Wempi Mawa Resmikan Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Iman

30/10/2026
Next Post
Dari Posyandu Teratai Putih, Kaltara Perkuat Benteng Pencegahan Stunting

Dari Posyandu Teratai Putih, Kaltara Perkuat Benteng Pencegahan Stunting

Ketua DPRD Kaltara Dukung Penguatan Parpol sebagai Pilar Demokrasi

Ketua DPRD Kaltara Dukung Penguatan Parpol sebagai Pilar Demokrasi

Komisi IV DPRD Kaltara Minta SPMB Dievaluasi Total, Jangan Ada Anak Kehilangan Hak Pendidikan

Komisi IV DPRD Kaltara Minta SPMB Dievaluasi Total, Jangan Ada Anak Kehilangan Hak Pendidikan

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.