BUNYU — Sebanyak 1.000 warga Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mendapat akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui Program Pasar Murah PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field.
Menariknya, manfaat program yang digelar di Balai Handasa Patra, Desa Bunyu Timur, pada 21 Agustus 2026 itu tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok. Hasil penjualan paket sembako bersubsidi akan kembali disalurkan untuk mendukung bidang pendidikan di Pulau Bunyu.
Dalam program tersebut, masyarakat sasaran cukup membayar Rp30 ribu untuk memperoleh satu paket sembako. Penerima manfaat ditentukan berdasarkan kelompok desil 1–4 melalui pendataan bersama Pemerintah Kecamatan Bunyu.
Mewakili manajemen PEP Bunyu Field, Sidik Mangku Alam mengatakan Pasar Murah merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program Pasar Murah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membuka akses mereka terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga membantu menjaga daya beli keluarga,” ujar Sidik.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan di Bunyu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, seiring dengan keberlangsungan operasi hulu migas yang aman dan andal.
“Semoga produksi migas di Bunyu dapat terus berjalan dengan selamat dan andal sehingga dapat terus memberikan manfaat, termasuk mendukung kebutuhan energi dan pasokan listrik bagi masyarakat Bunyu dan Tarakan,” katanya.
Pelaksanaan program melibatkan Pemerintah Kecamatan Bunyu, komunitas lokal Dorang Peduli serta masyarakat penerima manfaat. Sejumlah instansi turut hadir, di antaranya Bappeda Kabupaten Bulungan, Dinas Sosial Kabupaten Bulungan, Muspika Kecamatan Bunyu dan KUPP Bunyu.
Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bulungan, Hertasning, menilai penggunaan data desil 1–4 dalam menentukan penerima manfaat menjadi langkah positif untuk menjaga ketepatan sasaran program.
“Penggunaan data desil 1–4 menjadi salah satu langkah yang baik dalam memastikan program dapat diterima oleh masyarakat yang memang menjadi sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi PEP Bunyu Field dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Salah satu penerima manfaat, Susanah Labani, warga RT 1 Desa Bunyu Barat, mengaku terbantu dengan adanya paket sembako bersubsidi tersebut.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya sangat bersyukur atas apa yang diberikan, terutama kepada Pertamina yang selalu hadir dan berbagi dengan masyarakat,” ujar Susanah.
Sementara itu, Head Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, mengatakan program kali ini memiliki nilai lebih karena manfaat ekonomi yang diterima masyarakat turut diarahkan untuk kepentingan pendidikan.
“Menariknya pada program kali ini, manfaatnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga berlanjut untuk mendukung pendidikan di Pulau Bunyu,” tutur Elis.
Menurutnya, mekanisme tersebut membawa semangat dari masyarakat untuk masyarakat. Pembelian paket sembako oleh warga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menghasilkan manfaat sosial lanjutan bagi masyarakat Bunyu.
“Kami berharap semangat berbagi dan gotong royong ini dapat terus tumbuh. Kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan masyarakat juga penting untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Program tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dirancang dengan manfaat berlapis. Warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara hasil program kembali diarahkan untuk memperkuat akses pendidikan di wilayah Pulau Bunyu.











Discussion about this post