TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat jumlah penumpang angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP) atau speedboat di Kalimantan Utara mengalami penurunan pada April 2026.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim SST., SE., M.Si mengungkapkan, jumlah penumpang speedboat baik yang datang maupun berangkat tercatat sebanyak 78,46 ribu orang atau turun 11,20 persen dibandingkan Maret 2026.
“Penurunan jumlah penumpang speedboat terjadi di beberapa pelabuhan utama di Kalimantan Utara. Meski demikian, secara kumulatif Januari hingga April 2026 masih mengalami peningkatan sebesar 1,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Mustaqim dalam rilis resmi BPS Kaltara, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data BPS, Pelabuhan Tengkayu Tarakan masih menjadi pelabuhan dengan jumlah penumpang terbesar. Sementara Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan juga menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat antarwilayah.
Selain transportasi speedboat, BPS juga mencatat jumlah penumpang angkutan laut yang datang mengalami peningkatan sebesar 76,46 persen. Namun, jumlah penumpang yang berangkat justru turun sebesar 25,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Mustaqim menegaskan transportasi sungai dan penyeberangan masih menjadi sarana vital bagi masyarakat Kalimantan Utara, khususnya wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.
“Transportasi sungai dan penyeberangan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Utara,” katanya. (*)











Discussion about this post