TARAKAN – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tarakan terus memperkuat proses kaderisasi melalui Training Orientasi Partai (TOP) yang digelar di Warung Makan Mak Enek, Kota Tarakan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan awal bagi masyarakat yang ingin bergabung dan mengenal lebih dekat Partai Keadilan Sejahtera.
Kegiatan dihadiri Ketua DPW PKS Kalimantan Utara Asep Mahmudin, Ketua DPD PKS Kota Tarakan Muhammad Kasim, jajaran pengurus DPD PKS Kota Tarakan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, anggota DPRD Kota Tarakan dari Fraksi PKS, serta para simpatisan yang mengikuti orientasi.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BPPP) DPD PKS Kota Tarakan, Dr. H. Syamsuddin Arfah, M.Si, mengatakan Training Orientasi Partai merupakan bagian dari sistem kaderisasi yang telah diterapkan PKS untuk membentuk anggota yang memahami nilai dan arah perjuangan partai.
“Training Orientasi Partai ini diperuntukkan bagi masyarakat yang baru ingin bergabung maupun yang sudah bergabung agar lebih mengenal PKS. Ini menjadi syarat awal untuk menjadi anggota PKS,” ujarnya.
Menurut Syamsuddin, menjadi anggota PKS tidak hanya ditandai dengan keanggotaan secara administratif. Setiap anggota juga harus mengikuti proses pembinaan secara berjenjang agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai organisasi.
“Setelah mengikuti orientasi, pembinaan tidak berhenti sampai di sini. Seluruh anggota akan mengikuti pembinaan rutin setiap pekan sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas dan pembentukan karakter kader,” jelasnya.
Ia menuturkan, sistem pembinaan yang berkesinambungan menjadi ciri khas PKS dalam mencetak kader yang memiliki integritas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui pembinaan ini kami ingin melahirkan kader yang bukan hanya memahami politik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, mampu bekerja sama, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Syamsuddin menambahkan, Training Orientasi Partai juga menjadi wadah untuk memperkenalkan sejarah berdirinya PKS, visi dan misi partai, budaya organisasi, hingga peran kader dalam mendukung pembangunan daerah.
“Harapan kami, peserta semakin memahami apa itu PKS, bagaimana sistem pembinaannya, dan siap mengikuti proses kaderisasi secara berkelanjutan sehingga nantinya dapat menjadi kader yang memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menurutnya, kaderisasi yang kuat merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi politik yang sehat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan. (*)








Discussion about this post