TARAKAN – Sekitar 200 tenaga pendidik dan tokoh masyarakat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota MPR RI, Alifudin, di Ulul Albab Kota Tarakan, Selasa (3/3/26).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kembali pemahaman kebangsaan di kalangan pendidik. Dalam paparannya, Alifudin yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS MPR RI menegaskan bahwa fondasi negara harus terus dijaga dan ditanamkan, terutama kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.
Ia menguraikan secara komprehensif pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara yang menjadi landasan moral dan arah pembangunan bangsa. Pancasila, menurutnya, harus hadir tidak hanya dalam hafalan, tetapi dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia menekankan peran Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi tertinggi yang mengatur hak dan kewajiban warga negara. Pemahaman konstitusi yang baik, kata dia, akan membentuk warga negara yang sadar hukum dan bertanggung jawab.
Alifudin juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk final negara. Di tengah keberagaman, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pengikat yang memperkuat persatuan.
Dalam sesi diskusi, para guru menyampaikan berbagai tantangan dalam mengajarkan nilai kebangsaan di era digital. Menanggapi hal tersebut, Alifudin mengajak para pendidik untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar konstitusi dan nilai-nilai luhur bangsa.
“Guru adalah ujung tombak pembentukan karakter. Jika nilai kebangsaan kuat di sekolah, maka masa depan bangsa juga akan kokoh,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 Wita itu ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengamalkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan di Kota Tarakan. (*)











Discussion about this post