TANJUNG SELOR – Komitmen memperkuat budaya literasi di Kalimantan Utara terus ditunjukkan DPRD melalui Panitia Khusus (Pansus) IV yang kembali menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi, Kamis (23/04).
Rapat dipimpin Ketua Pansus IV, Syamsuddin Arfah, bersama anggota pansus yakni Listiani, Supaad Hadianto, Siti Laela, Dino Andrian, Ruman Tumbo, M. Hatta, serta Rahman. Turut hadir perwakilan perangkat daerah dan tim ahli untuk memperkaya substansi pembahasan.
Dalam rapat tersebut, pansus menitikberatkan pada penguatan substansi regulasi agar mampu menjawab tantangan literasi di era digital. Selain itu, aspek keberlanjutan program, pemerataan akses buku, serta dukungan terhadap pelaku perbukuan lokal menjadi poin penting yang didalami secara menyeluruh.
Keterlibatan Biro Hukum Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, serta INOVASI Kaltara menjadi bagian penting dalam proses harmonisasi kebijakan, sehingga Raperda yang disusun tidak bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi.
Ketua Pansus IV menegaskan bahwa regulasi ini harus mampu menjadi solusi konkret, terutama dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang masih perlu mendapat perhatian serius. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
“Perda ini diharapkan tidak hanya mengatur, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan literasi di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, perangkat daerah memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan, termasuk penguatan layanan perpustakaan, digitalisasi bahan bacaan, serta pengembangan literasi berbasis komunitas. Tim pakar turut memberikan perspektif akademis guna memastikan regulasi memiliki landasan ilmiah yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Melalui pembahasan yang semakin matang, Pansus IV optimistis Raperda ini dapat segera difinalisasi dan menjadi tonggak penting dalam mendorong peningkatan kualitas literasi masyarakat di Kalimantan Utara.









Discussion about this post