Sabtu, Agustus 15, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Nasional

(Update): Gempa M 7,7 NTT, BNPB Perkuat Penanganan Darurat dan Siapkan Dukungan Helikopter

by Grande Media
15/08/2026
in Nasional
0
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Nagekeo, Dua Warga Meninggal di Sikka

Foto : Peta Guncangan Gempa Bumi Mag:7.7 (30 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT). (BMKG)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan darurat setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, mengatakan tim penanganan darurat telah dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah melakukan kaji cepat, penanganan korban, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

“BNPB langsung mengerahkan tim penanganan darurat untuk mendukung pemerintah daerah dalam melakukan kaji cepat, penanganan korban, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Berton dalam informasi perkembangan BNPB, Sabtu (15/8).

Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat hingga Sulawesi Selatan. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami sehingga masyarakat di sejumlah wilayah pesisir melakukan evakuasi mandiri.

Kepala BNPB dan Menko PMK Turun ke Nagekeo

Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akan menuju wilayah terdampak di Kabupaten Nagekeo.

BNPB juga menyiapkan dukungan logistik dan peralatan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Menurut Berton, satu unit helikopter diarahkan untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila dibutuhkan.

“Dukungan udara ini menjadi penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki tantangan akses antardaerah,” ujarnya.

Satu Orang Meninggal, Empat Luka-Luka

Berdasarkan pemutakhiran dan validasi data hingga pukul 08.00 WIB, BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka. Sementara korban luka berada di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

BNPB sebelumnya menerima laporan awal dua korban meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu korban meninggal dunia.

Berton menegaskan proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh informasi mengenai korban dan dampak gempa telah terverifikasi.

Sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo juga dilaporkan melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.

Sementara di Kota Bima, tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.

Kerusakan Masih Terus Didata

Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan.

Selain bangunan rumah, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum mengalami kerusakan ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak.

“Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait,” kata Berton.

Guncangan dilaporkan dirasakan di Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT. Di NTB, guncangan dirasakan di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Sementara di Sulawesi Selatan, gempa dirasakan di Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

Tsunami Berakhir, Warga Tetap Diminta Waspada

Hasil observasi tinggi muka laut menunjukkan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Meski demikian, BNPB meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Masyarakat diimbau mengikuti arahan pemerintah daerah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan. Kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan, sementara aliran listrik masih padam.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga dan unsur terkait lainnya.

Berton menegaskan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, mulai dari penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik dan peralatan hingga proses pemulihan masyarakat terdampak.

Tags: 7bencana alamBencana NTTbmkgBNPBevakuasiGempa M 7Gempa NagekeoGempa NTTkaltara grandeNagekeoNusa Tenggara TimurPratiknoSuharyantotsunami
Previous Post

Kapolda Kaltara Silaturahmi dengan Ketua LAD, Pesan Persatuan Mengalir di Tengah Nuansa Adat Dayak

Berita Lainnya

Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Nagekeo, Dua Warga Meninggal di Sikka
Nasional

Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Nagekeo, Dua Warga Meninggal di Sikka

15/08/2026
Perpanjang Kerja Sama dengan Kejaksaan, PELNI Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum
Daerah

Perpanjang Kerja Sama dengan Kejaksaan, PELNI Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum

13/08/2026
Pelantikan JMSI Papua Barat Jadi Tonggak Penguatan Pers Siber Profesional di Tanah Papua
Nasional

Pelantikan JMSI Papua Barat Jadi Tonggak Penguatan Pers Siber Profesional di Tanah Papua

01/08/2026
Dewan Pers Keluarkan Sikap Resmi, Tegaskan Pertanyaan Wartawan Bagian dari Kerja Jurnalistik
Nasional

Dewan Pers Keluarkan Sikap Resmi, Tegaskan Pertanyaan Wartawan Bagian dari Kerja Jurnalistik

20/07/2026
Usai Tuai Kecaman, Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan atas Ucapan saat Konferensi Pers
Nasional

Usai Tuai Kecaman, Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan atas Ucapan saat Konferensi Pers

20/07/2026
Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan
Nasional

Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

11/07/2026

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.