NUNUKAN — Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., M.Pi, mengapresiasi peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilainya tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga lokal.
Menurut Andi, kehadiran SPPG memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan usia di Kabupaten Nunukan.
“Kalau saya lihat dengan diresmikannya hari ini, sisi positifnya tentu lapangan pekerjaan kembali terbuka, tadi saya lihat karyawan yang bekerja juga cukup banyak, mulai dari yang muda sampai yang lebih dewasa sudah bekerja di sini,” ujarnya, saat diwawancara usai peresmian SPPG Nunukan Timur, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (25/05/2026).
Ia menilai, program pelayanan gizi seperti SPPG tidak hanya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal apabila dikelola dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Karena itu, Andi berharap dapur umum SPPG ke depan lebih mengutamakan penggunaan bahan baku hasil petani lokal agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.
“Harapan kami di Komisi II, SPPG ini bisa membeli produk-produk petani lokal yang ada di daerah sini, sehingga perputaran ekonomi masyarakat dan petani bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Selain menyoroti dampak ekonomi, Andi juga mengapresiasi fasilitas dapur SPPG yang dinilainya sudah cukup baik dan memenuhi standar, ia melihat penataan ruangan telah dipisahkan sesuai fungsi masing-masing, mulai dari ruang pengemasan, ruang penyimpanan, hingga area basah dan kering.
“Alhamdulillah dari sisi dapur saya lihat sudah cukup baik dan terstandarisasi, ruangannya sudah dipisah-pisah sesuai kebutuhan, antara ruang basah dan ruang kering juga sudah terpisah,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pengawasan terhadap kebersihan dan kualitas makanan tetap menjadi perhatian utama.
Menurutnya, pengelolaan makanan yang higienis sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain.
“Yang paling penting adalah pengawasan kebersihan dan kesehatan makanan, jangan sampai terjadi kasus keracunan seperti di daerah lain, ini harus benar-benar diawasi agar Kabupaten Nunukan terhindar dari hal-hal seperti itu,” pungkasnya.
Keberadaan SPPG di Nunukan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan produk lokal. (*)








Discussion about this post