NUNUKAN – Jarak ribuan kilometer tak menghalangi kepedulian mahasiswa Nunukan terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dalam waktu kurang dari dua jam, aksi penggalangan dana yang digelar mahasiswa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp13.762.000.
Aksi kemanusiaan tersebut digelar mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Nunukan, Kamis (20/8/2026).
Mereka turun ke jalan, menyambangi sejumlah titik keramaian untuk mengajak masyarakat ikut membantu warga Flores yang terdampak gempa.
Dengan membawa kotak donasi, mahasiswa berdiri di sejumlah persimpangan lampu merah di jalan protokol hingga kawasan Alun-Alun Nunukan, Pengguna jalan yang melintas dihampiri dan diberi penjelasan mengenai tujuan penggalangan dana tersebut.
Respons masyarakat pun cukup besar. Sumbangan diberikan secara sukarela, mulai dari pengendara hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Bagi para mahasiswa, setiap rupiah yang terkumpul menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah.

Ketua HMI Cabang Nunukan, Andi Baso, mengatakan aksi tersebut dilandasi kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Aksi ini didasari karena kepedulian terhadap para korban gempa di Flores,” ujar Andi Baso, Jumat (21/08/2026).
Menurutnya, bencana dapat terjadi kepada siapa saja. Karena itu, musibah yang dialami masyarakat NTT diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama.
“Musibah dapat menimpa siapa pun. Karena itu, bencana yang dialami masyarakat di NTT hendaknya menjadi sarana menumbuhkan solidaritas antar sesama,” katanya.
Ia juga berharap musibah tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Selain itu, bencana ini hendaknya juga mampu membuat kita semakin dekat dengan Sang Pencipta dan menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya tanpa-Nya,” ujarnya.
Penggalangan dana di jalanan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Kamis (20/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026).
Namun, kepedulian mahasiswa Nunukan tidak berhenti setelah aksi di jalan. Mereka juga membuka Posko Peduli Flores di Sekretariat HMI Cabang Nunukan, Jalan Teuku Cik Di Tiro, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan.
Posko tersebut menjadi ruang bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan secara langsung. Donasi tidak hanya diterima dalam bentuk uang, tetapi juga berupa sembako dan pakaian layak pakai.
“Di posko tersebut masyarakat dapat menyalurkan donasi bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi juga bisa dalam bentuk sembako atau pakaian layak pakai,” jelas Andi.
Mahasiswa berharap seluruh bantuan yang terkumpul nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Aksi tersebut berlangsung ketika penanganan dampak gempa bumi di Flores masih terus dilakukan. Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) dan kemudian diikuti aktivitas gempa susulan.
Berdasarkan data kebencanaan yang dihimpun hingga Kamis (20/8/2026), BNPB mencatat sedikitnya 72 orang meninggal dunia, 82.691 orang masih mengungsi, dan 898 orang mengalami luka-luka.
Aktivitas kegempaan susulan juga masih terjadi. BMKG mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa utama, dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Masyarakat di wilayah terdampak pun masih diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan, pangan, pakaian, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara masih menjadi perhatian.
Bagi mahasiswa Nunukan, kondisi itu menjadi alasan untuk mengajak masyarakat di wilayah perbatasan ikut mengambil bagian.
Mereka ingin menunjukkan bahwa jarak antara Nunukan dan Flores bukan penghalang untuk membantu sesama warga Indonesia.
Dari jalanan Nunukan, kepedulian itu dikumpulkan sedikit demi sedikit. Dalam waktu kurang dari dua jam, terkumpul Rp13,7 juta, sebuah angka yang menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh bahkan dari wilayah perbatasan.
Aksi tersebut melibatkan HMI, PMII, EK-LMND, GMNI, UKM Universitas Terbuka Tarakan, BEM PNN, BEM STIT Ibnu Khaldun Nunukan, Pemuda Katolik, IMM, HMP Administrasi, HMP Teknik Sipil, HMP Teknik Alat Berat, serta HMP THP. (*)











Discussion about this post